Promo Pena

Dosen FIB UHO Sosialisasi Peran Bahasa Dalam Penanggulangan Bahaya Covid-19

PENASULTRA.ID, KENDARI – Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar sosialisasi peran bahasa daerah dalam pencegahan dan penanggulangan bahaya Virus Corana (Covid-19) di Kelurahan Anggalomelai, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Kamis 12 November 2020.

Promo Pena

Dalam sosialisasi tersebut dihadiri Lurah Anggalomelai, Sekertaris Lurah Anggalomelai, PKK dan para staf, ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat.

Kegiatan pengabdian tersebut, tim pelaksana kegiatan memperlihatkan beberapa komik berbahasa daerah yang menjelaskan cara pencegahan dan penganggulangan bahaya virus corona, seperti komik bahasa daerah Tolaki, Wakatobi, Wolio, Jawa, Toraja, Bugis, dan Pancana.

Selain komik, tim pelaksana juga memperlihatkan video berbahasa daerah yang juga menjelaskan cara pencegahan dan penganggulangan bahaya virus corona.

“Video yang ditayangkan merupakan salah satu video sosialisasi tentang corona dengan bahasa daerah dan menggunakan bahasa humor serta bahasa ringan yang digunakan masyarakat sehari-hari,” kata salah satu narasumber Dr. La Aso.

Ia menambahkan, penyampaian pesan dengan bahasa ringan dan tema humor lebih mudah dicerna oleh masyarakat. Meskipun bahasa yang digunakan adalah bahasa daerah, namun terdapat terjemahan di bagian bawah video.

Pena Maulid

Namun, sambung dia, para peserta pengabdian merasa sangat puas dan senang karena mendapatkan banyak pengetahuan baru. Pengetahuan masyarakat semakin baik setelah pengabdian ini.

“Pengetahuan masyarakat semakin baik setelah pengabdian ini. Mereka mulai memahami bahwa bahasa daerah memiliki peran yang cukup signifikan dalan pencegahan dan penganggulangan bahaya Covid-19. Masyarakat diajak dan di perkenalkan berbagai istilah yang berhubungan dengan Covid-19,” tambahnya.

“Istilah-istilah tersebut diterjemahkan kedalam bahasa daerah masing-masing etnik di Abeli. Strategi ini mampu mendorong masyarakat untuk secara tepat menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi, khususnya yang terkait dengan pencegahan dan penanggulangan bahaya Covid-19,” ulasnya.

Narasumber lain, Dr. Maulid Taembo mejelaskan selama proses penyampaian materi, para peserta sangat antusias dan memperhatikan dengan serius setiap materi tersebut. Bahkan, setelah pemateri menyampaikan bahan presentasenya, para peserta sangat antusias dalam menyampaikan pertanyaan dan saran.

Di sisi lain, pengetahuan masyarakat mengenai berbagai model peran dan fungsi bahasa daerah dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya terkait dengan pencegahan dan penanggulangan bahaya Covid-19 masih perlu dikembangkan.

“Kegiatan tersebut mendapat antusias yang sangat tinggi dari masyarakat. Bahkan, Lurah Anggalomelai bersama masyarakatnya menginginkan agar kegiatan seperti ini terus dilakukan bukan saja di Kelurahan Anggalomelai tetapi juga di desa dan kelurahan lain, khususnya yang berada di Kecamatan Abeli,” pungkasnya.

Penulis: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.