Promo Pena

Pinjam Uang Rp 200 Miliar, Fraksi Nasdem Wakatobi Nilai Pemda Kelewat Batas

PENASULTRA.ID, WAKATOBI – Fraksi Partai Nasdem menilai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Wakatobi kelewatan batas meminjam uang sebesar Rp 200 miliar untuk pembangunan.

Promo Pena

Pasalnya, pinjaman tersebut tidak sesuai dengan rasio kemampuan keuangan Pemkab Wakatobi.

Hal itu terungkap dalam rapat kerja pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Platfon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang digelar DPRD bersama Pemda Kabupaten Wakatobi.

Untuk itu, Fraksi Nasdem dengan sejumlah fraksi di dewan menyepakati agar rencana usulan pinjaman tersebut dikurangi menjadi Rp 100 miliar.

“Setelah kami hitung rasio kemampuan keuangan kita menggunakan rumus, PAD + DAU + DBH dikurangi belanja wajib, dibagi dengan pokok utang yang dipinjam dan bunga per tahun, pinjaman Rp 200 miliar kelewat batas. Pinjaman itu terlalu besar, Pemda tidak akan mampu mengembalikan, sehingga kita usulkan hanya Rp 100 miliar,” kata Anggota Fraksi NasDem DPRD Wakatobi, Jamaludin saat di konfirmasi di kediamannya, Jumat 27 Mei 2020.

Jamal mengatakan, pinjaman Rp 100 miliar diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur jalan lingkar di pulau Binongko dan Kaledupa dimana sebelumnya diporsikan hanya sebagian kecil saja. Setelah itu, sisa anggarannya akan diporsikan untuk pembangunan lain yang masuk dalam skala prioritas.

Ia menjelaskan, besar rincian penggunaan anggaran tersebut baru akan disusun tim penyusun anggaran daerah (TPAD) setelah platfon kebijakan anggaran disepakati.

Promo Pena

Ia sangat menyayangkan, Aleg PAN, Muhammad Ikbal yang membuat pernyataan disalah satu media online tidak sesuai dengan hasil rapat.

Dimana hasil rapat meyepakati anggaran yang dipinjam hanya sebesar Rp 100 miliar akan tetapi ia mempublikasi besaran anggaran tersebut sebesar Rp 200 miliar. Ia juga menggembar-gemborkan peruntukan anggaran tersebut yang tidak sesuai rapat itu.

“Kita sayangkan pernyataan di media sosial peruntukan pinjaman itu. Itu bukan Rp 200 miliar, tapi Rp 100 miliar. Pahami dulu sebelum mempublikasikannya, karena akan membingungkan publik,” tuturnya.

Jamal menegaskan, rencana pinjaman Rp 100 Miliar itu tidak mutlak terlaksana. Sebab, hanya sebatas dasar kebijakan Pemda ke depan semata, sehingga siapapun bupati terpilih bisa atau tidak menggunakan anggaran tersebut.

Kata dia, fraksinya telah menolak usulan pinjaman tersebut melalui pandangan fraksi terhadap pidato pengantar KUA- PPAS, Bupati Wakatobi. Namun, setelah mendengar penjelasan Pemda, Nasdem mengamini setelah melakukan kajian ulang.

“Fraksi Nasdem akan mengawal pembahasan KUA- PPAS hingga penetapan platfom kebijakan anggaran. Jika isi KUA-PPA tidak sesuai pembahasan, pihaknya tidak akan menyetujui APBD Wakatobi 2021,” pungkasnya.

Sebelumnya, rencana peminjaman dana Rp 200 miliar dari Bank Sultra tersebut, menimbulkan pro kontra, sehingga dalam rapat kerja pembahasan KUA- PPAS, aleg dari Fraksi PDI Perjuangan dan Gerinda melakukan aksi walkout, karena dinilai pinjaman itu tidak memiliki dasar yang kuat.

Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.