PENASULTRA.ID, MUNA – Sebanyak 11 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Muna dikabarkan mengundurkan diri.
Tudingan mementingkan diri ketimbang partai dan mosi tak percaya atas kepemimpinan Purnama Ramadhan selaku Ketua DPC Gerindra Muna menjadi alasan kesebelas pengurus itu hengkang.
Spekulasi pun muncul atas mundurnya sebelas pengurus tersebut. Ada pihak yang menyebut ini pertanda sulitnya pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muna, LM Rajiun Tumada-Purnama Ramadhan yang diusung Gerindra untuk memenangkan perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024 di Bumi Sowite.
Ihwal hengkangnya kesebelas pengurus ini ditanggapi santai oleh Purnama Ramadhan. Purnama mengaku tidak kaget lagi dengan mundurnya kesebelas pengurus tersebut. Pasalnya, sejak beberapa bulan terakhir, kesemua pengurus itu memang sudah terdeteksi mengarahkan dukungannya ke paslon lain pada Pilkada Muna.
Spekulasi yang menyebut sulitnya Rajiun-Purnama memenangkan Pilkada Muna dikarenakan mundurnya 11 pengurus DPC Gerindra, ikut terbantahkan.
Purnama mengatakan, sebelas pengurus yang menyatakan mundur tersebut sudah tidak aktif dalam kepengurusan DPC Gerindra Muna. Dan mereka yang nyatakan mundur seperti yang diberitakan sejumlah media online itu memang sudah tidak pernah hadir dalam rapat-rapat yang digelar DPC Gerindra Muna.
“Dari dulu di rapat pembentukan saksi-saksi di DPC untuk persiapan Pilcaleg, mereka juga tidak pernah muncul, kaya si Arto itu saya tidak tau bahwa mereka itu pengurus, karna memang tidak pernah muncul,” kata Purnama, Senin malam 14 Oktober 2024.
Sejumlah pengurus dan anggota legislatif terpilih Pilcaleg 14 Februari 2024 hadir dalam konferensi pers yang digelar DPC Gerindra Muna, diantaranya La Ode Gerson Kadaka, Siswono, Tomo Rimbi dan sekertaris Gerindra Muna Muhammad Ilham Tang.
Lebih jauh Purnama menerangkan, tudingan bahwa dirinya mementingkan diri sendiri itu tak berdasar, sebab menurutnya yang bisa menilai itu tidak lain adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra.
Mantan Direktur PDAM Muna itu mengatakan, jika dirinya dinilai tak becus memimpin DPC, pastinya DPD Gerindra Sultra tak mendukung dirinya untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Muna berpasangan dengan LM Rajiun Tumada pada Pilkada 2024.
“Begitu pula DPP, jika menganggap saya tidak berhasil pasti tidak memberikan rekomendasi B1-KWK. Lalu hari ini mereka menyebut lebih banyak berbuat untuk DPC, apa yang mereka lakukan untuk DPC. Ini sebenarnya sebuah usaha untuk membenarkan kesalahan mereka, dari enam bulan lalu mereka sudah tak bersama-sama, sudah melawan keputusan partai dalam hal ini melawan keputusan DPP,” tutur Purnama.
Discussion about this post