“Penurunan hasil tangkapan karena adanya nelayan yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan laut. Alat yang digunakan seperti trawl dan bahan peledak merusak terumbu karang yang menjadi rumah untuk ikan-ikan karang,” kata Hasanuddin.
Adanya program PAAP sangat membantu masyarakat, apalagi secara teknis langsung dibimbing untuk apa yang harus dilakukan dan apa yang dicegah.
“Serta secara moril ada yang memperhatikan kami masyarakat pesisir,” Hasanuddin menambahkan.
Senada, salah seorang nelayan di wilayah pesisir Bombana, Sukardin mengatakan, kurangnya pengawasan juga menjadi isu dalam menghadapi nelayan luar yang masuk dengan alat tangkap moderen dan tidak ramah lingkungan.
“Adanya program PAAP ini menyatukan masyarakat dan mendorong komitmen para kepala desa untuk bahu membahu dalam pengelolaan kawasan PAAP dari 0-2 mil laut,” Sukardi memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post