Menurutnya, transportasi udara adalah tulang punggung pembangunan di Papua dalam hal mobilisasi barang maupun orang. Kondisi geografis Papua yang cukup sulit dijangkau terutama di wilayah pegunungan, menjadikan transportasi udara satu-satunya pilihan bagi pemerintah dan masyarakat.
“Transportasi udara merupakan penunjang utama pembangunan di Papua, yang hampir 80 persen wilayah geografisnya adalah pegunungan dengan ketinggian rata-rata 500 hingga lebih dari 5.000 meter di atas permukaan laut,” Derek menambahkan.
Dengan keberhasilan ini, OAP dalam konteks NKRI harus melalukan revolusi pola pikir dan nilai hidup masyarakat dalam kerangka pasar dunia, agar sejalan dengan penguatan birokrasi pemerintah, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik, dan tetap menjaga keutuhan bangsa dan negara di tanah Papua.
Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Papua, Aryoko A. F. Rumaropen mengatakan, siswa-siswi yang diwisuda ini menjadi bukti keberhasilan program Gubernur Papua dalam pengembangan SDM OAP.
Dijelaskan dari 15 siswa-siswi OAP yang diwisuda tersebut, masing-masing 4 orang Program PPL (Private Pilot License), 2 Orang CPL-IR (Commercial Pilot License – Instrument Rating), dan 9 Orang FIC (Flight Intructor Course), ME (Multi Engine) & Caravan.
Untuk diketahui, 15 siswa OAP yakni Prengki Wakerkwa, Reven Wenda, Pither Tisony Keiya, Misael Molama, Paskahlis, Oromi Gwijangge dan Akwila H.M.T Kogoya.
Kemudian Naftali Wigidipa, Yonathan Alex, Ray Marcelino, Charlewis Oriway Ansek dan Alpons Keiya. Lalu Christian AP Baibaba, Harol Kristian Doko Kayame serta Michael Apollos.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
https://youtu.be/VRMNu2xWe4A
Discussion about this post