DPRD Gula
Pemprov TNI
Pemprov Pancasila

DPRD dan Pemkab Bombana Bersinergi Lawan Penyebaran Covid-19

PENASULTRA.ID, BOMBANA – Kondisi Negara Indonesia yang saat ini sedang terpuruk atas adanya serangan wabah pandemi virus Corona membuat seluruh elemen bangsa bahu-membahu bersinergi perang melawan virus yang sangat mematikan.

Bombana Gula

Presiden pun dikabarkan telah mengeluarkan surat edaran yang memuat tentang pengalihan anggaran. Tujuannya untuk mempercepat dan memudahkan gerakan Gugus Tugas Covid-19 dalam mencegah penyebaran virus Corona.

Dengan pertimbangan penggunaan anggaran agar lebih relevan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bombana berinisiatif memanggil pemerintah setempat untuk membahas strategi dan kelemahan dalam penanganan dan pencegahan terhadap ancaman virus Corona yang kian hari terus menyebar hingga ke pelosok negeri ini.

Tiga unsur pimpinan DPRD Bombana. Foto: Zulkarnain

Dalam pertemuan bersama, Ketua DPRD Bombana, Arsyad menanyakan langkah dan upaya Pemda yang telah dilakukan dalam mencegah masuknya virus Corona.

Arsyad menilai, kinerja Satgas Covid 19 masih kurang optimal, mulai dari langkah pencegahan hingga APD bagi tim medis di 22 kecamatan yang belum ada sama sekali. Apalagi yang rentan terjangkit pandemi mematikan itu adalah tenaga medis.

“Itulah maksud hari ini kami berinisiatif mengundang pemerintah dan Satgas Covid-19 untuk pertanyakan hal itu karena selama ini kami nilai upaya yang dilakukan oleh tim pencegah virus itu,” papar Arsyad dalam rapat yang dilaksanakan di Kantor DPRD Bombana belum lama ini.

Menurut politisi Partai NasDem itu, keseriusan Satgas Covid-19 Bombana dalam menangani virus Corona perlu ditingkatkan lagi, sehingga pemerintah tidak terkesan hanya bagi-bagi uang semata.

Sejak awal merebaknya virus berjuluk Covid-19 itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana sebenarnya telah cepat mengambil tindakan pencegahan wabah pandemi sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo, seperti meliburkan anak sekolah, menghentikan perjalanan dinas pejabat, membentuk Satgas Covid-19 yang berperan sebagai pencegah bahaya virus Corona di masyarakat.

Suasana Rapat Anggota DPRD bersama Satgas Covid-19 Bombana. Foto: Zulkarnain
Pena Siberindo

Mengenai penganggaran penanganan Covid-19, Kepala Badan Keuangan (BKD) Bombana, Darwin mengatakan semua langkah pemerintah yang dilakukan untuk pencegahan virus Corona tidak lepas dari edaran pemerintah pusat.

“Mulai dari Perpres, PMK Nomor 19, serat edaran Mendagri dan kita sudah laksanakan kemudian kemarin kita sudah melakukan penjabaran, di Dinas Kesehatan sebesar Rp1 miliar untuk pendanaan alat pelindung diri (APD), lalu menyiapkan rumah singgah untuk pasien dalam pengawasan (PDP), untuk operasional ambulance, dan insentif petugas di lapangan,” beber Darwin.

Adapun peran Satgas Covid-19 yang anggotanya 60 persen adalah petugas kesehatan itu menjadi ujung tombak harapan pemerintah dalam mencegah penularan Corona Virus Disease (Covid-19) menyerang masyarakat luas.

Amanah yang dipikul oleh Satgas Covid-19 memang cukup berat dan sangat terbatas mulai dari minimnya biaya operasional, alat pelindung diri (APD), fasilitas rumah sakit yang telah ditunjuk dan sebagainya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Bombana, dr Sunandar mengaku, meski belum sepenuhnya berjalan optimal, pihaknya telah berupaya melakukan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus Corona di Bombana.

“Kami masih menunggu peralatan medis seperti alat scanner dan alat pelindung diri Covid-19 untuk mereka tim medis yang sampai saat ini belum sampai. Kalau bukan ini hari kemungkinan hari Jumat sampai di Bombana,” imbuhnya.

Iskandar, Wakil Ketua l DPRD Bombana. Foto: Zulkarnain

Sementara itu, di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Bombana, Iskandar meminta Satgas Covid-19 tidak hanya mendata orang dalam pengawasan (ODP) dan penyemprotan disinfektan di wilayah ibu kota, melainkan dilakukan juga di 121 desa se-Kabupaten Bombana.

“Kemudian disetiap pintu masuk menuju Kabupaten Bombana disana harus ada (petugas). Jadi setiap yang mau datang ataupun yang mau keluar, discanning dan disemprotkan cairan disinfektan kalau perlu langkah itu dimulai besok,” tegas Iskandar.

Rapat yang berlangsung selama empat jam itu akhirnya disepakati untuk bersama-sama memperketat setiap pintu masuk Kabupaten Bombana baik di darat maupun lewat laut.(Adv/*)

Penulis: Zulkarnain

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.