PENASULTRA.ID, KENDARI – Rencana pembukaan kembali pembelajaran tatap muka ditengah pandemi Covid-19 bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP) di Kendari terus dimatangkan. Sebagai pilot project rencananya ada tiga sekolah yang akan dilakukan simulasi. Ketiga SMP tersebut yakni SMP 19 Kendari, SMP 21 Kendari dan SMP Swasta Frater Kendari.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kendari, Makmur mengatakan, ketiga sekolah tersebut dijadikan pilot project karena telah memenuhi syarat untuk melaksanakan kegiatan belajar sesuai standar protokol kesehatan Covid-19 yang di tetapkan oleh pemerintah.
“Persiapan proses belajar mengajar tatap muka sudah kita lakukan, verifikasi untuk jenjang SMP itu ada delapan sekolah. Kemudian kita lakukan monitoring dan verifikasi ulang. Sesuai dengan skenario pembelajaran yang sudah kita atur, ada tiga sekolah yang terpilih,” kata Makmur, Selasa 23 November 2020.
Menurutnya, selain penerapan protokol kesehatan, ada beberapa faktor yang membuat tiga sekolah tersebut terpilih, diantaranya jumlah siswa karena adanya blank spot atau tidak ada jaringan internet.
“Seperti di SMP 21 Kendari, jaringan tidak ada jadi pembelajaran daring tidak bisa dilakukan. Jumlah siswa juga menjadi alasan pemilihan sekolah, hasil verifikasi, jumlah siswa SMP 21 hanya 100 lebih, jadi ketika di bagi dua shift jumlah siswa setiap kelas itu 15-16 orang,” beber Makmur.
“Kalau di SMP Frater Kendari, dipilih karena jalur menuju sekolah tersebut tidak satu arah, sehingga tidak akan terjadi kerumunan ketika ada siswa yang masuk dan keluar dari sekolah tersebut,” tambahnya.
Discussion about this post