DPRD Gula
Pemprov Pemuda
Pemprov TNI

Jumaena, Penderita Tumor Ganas Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

PENASULTRA.ID, KONAWE KEPULAUAN – Jumaena (49), warga Desa Wawolaa, Kecamatan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra) kini hanya bisa pasrah dengan penderitaan yang dialaminya.

Bombana Gula

Sekitar tujuh bulan terakhir, ibu tiga anak ini telah berjuang melawan penyakitnya untuk bertahan hidup. Hasil diagnosa dokter, Jumaena terserang penyakit tumor ganas pada bagian bawa gusi kiri atau sekitar leher.

Saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Betapa tidak, Ibu kelahiran Langara, 1 Mei 1971 ini sudah terbaring lemah dengan kondisi badan yang sangat kurus. Jangankan makan, untuk berbicara saja sudah hampir tidak bisa.

Maute, suami Jumaena saat ditemui awak media ini menjelaskan, awalnya, kondisi istrinya hanya merasakan sakit gigi biasa pada gusi kiri. Hanya saja sakit giginya sudah berbulan-bulan tak kunjung sembuh.

“Awalnya dia sakit gigi tapi sudah sekitar tiga bulan sakit giginya tidak juga sembuh. Pas dicabut giginya tidak juga sembuh malahan dia tambah rasa sakit. Sampai sekarang ini, katanya dokter tumor ganas yang kena,” kata Maute pada wartawan. Minggu, 26 Januari 2020, malam.

Pria yang berprofesi sebagai penjaga kebun ini mengaku, dirinya telah membawa sang istri keliling rumah sakit (RS) di Kendari. Bahkan, sampai di RS Konawe. Namun, kata kesembuhan tak kunjung dijumpai. Pihak RS menyarankan agar Jumaena dirujuk ke RS Makassar. Karena terkendala biaya, Maute memilih pasrah dan membawa pulang sang pujaan hati ke kampung halamannya di Langara, Konkep.

“Saya hanya penjaga kebun saja pak tidak ada penghasilan tetap. Ya kalau pohon kemiri ku berbuah saya hanya pungut saja yang jatuh untuk dijual. Harganya cuman empat ribu perkilonya,” tutur Maute dengan nada sedih.

“Makanya saya bawa pulang saja. Tapi terakhir saya bawa di RS Bahteramas Kendari dibantu sama Pak Wakil Bupati Pak Andi Lutfi. Ini baru berapa hari yang lalu kami pulang,” tambahnya terbata-bata.

Pena Pemuda

Saat ini, kata Maute, rumah yang ditempatinya bersama istri bukanlah rumah milik pribadi. Melainkan, rumah ponakannya sendiri yang berdomisili di Desa Mata Langara, Kecamatan Wawonii Barat, Konkep atau dekat pasar Ibukota Langara.

Suasana tempat tidur jumaena bercampur dengan mesin bekas. Foto: Nanang

Amatan awak media ini, Jumaena dengan kondisi badannya yang kurus karena tumor ganas yang melekat di sekitaran lehernya hanya terbaring dilantai semen dengan beralaskan kasur mini lipat berukuran sekitar 1×2 meter persegi. Bahkan tempat berbaringnya nyaris bercampur dengan barang bekas mesin yang berserakan di lantai.

Uga, kakak Jumaena mengungkapkan, hampir setiap malam mereka tak bisa lagi tidur nyenyak seperti biasa lantaran Jumaena sesekali menjerit kesakitan.

“Hampir tiap malam kasian dia menjerit sakit. Saya tidak tau mau apakan kasian saya hanya menangis lihat dia sambil kipas-kipas dia pake sobekan dos bekas. Tiap malam begini saja dibuat. Karna suaminya jarang tidur disini biasanya di rumah di kebun jaga kebun kasian,” bebernya.

“Sekarang ini tidak makan lagi nasi, hanya telur saja dia bisa makan. Kadang bubur hampir tidak cukup satu sendok baru berhenti,” tambah Uga seraya memperlihatkan lengan sang adik yang tinggal tulang terbalut kulit.

Kini, keluarga yang hidup tak berkecukupan ini hanya bisa pasrah menerima takdir, manakala ada sang dermawan yang bermurah durja datang memberikan uluran tangan guna membantu pengobatan Jumaena hingga kembali beraktivitas seperti sediakala.(b)

Penulis: Nanang Sofyan
Editor: Irwan

1 Komen
  1. Warni berkata

    Hubungiki nmr ini insya allah dy bisa bantu.. 081341903048

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.