“Bapak Ali Mazi mengharapkan doa dari anak-anak yatim piatu, yang kebetulan hari ini bertepatan dengan peringatan 40 hari berpulangnya istri beliau. Saya mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan ritual ini, yang dilaksanakan di luar Rujab gubernur Sultra. Tentu kegiatan doa bersama juga tetap terlaksana di kediaman beliau, baik dari hari pertama hingga hari ke 40,” ujarnya.
“Mewakili pihak keluarga, kami tak henti-hentinya meminta doa tulus dari masyarakat Sultra untuk almarhumah ibu Hj. Agista Ariany Bombay,” sambung dia.
Ia meyakini, melalui kebahagian yang dirasakan oleh anak-anak yatim piatu atas perhatian dari pemerintah baik secara institusi maupun pribadi, walaupun nilainya tidak seberapa, insyaallah dapat bernilai ibadah. Terlebih sesuai pesan baginda Rasulullah agar tak lupa memuliakan anak yatim.
“Didalam ritual ini, anak yatim mendapatkan kasih sayang, seperti menyuapi makanan hingga memberikan santunan. Melalui ritual Pekandeana Ana-Ana Maelu, semoga anak-anak yatim piatu merasa bahagia karena mendapatkan perhatian,” ucapnya.
“Dan melalui kebahagian tersebut harapan dan doa para pimpinan Pemprov Sultra agar selalu diberi kekuatan dan kesehatan melaksanakan pelayanan kepada masyarakat. Daerah segera terhindar dari virus Covid-19, dan almarhumah ibu Hj. Agista Ariany Bombay mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” harapnya.
Editor: Basisa
Discussion about this post