Pemprov TNI
Pemprov Pancasila
DPRD Gula

Google Classroom, Metode Belajar Daring Ala Lazuardi Kendari Ditengah Pandemi Covid-19

PENASULTRA.ID, KENDARI – Semakin hari, total masyarakat yang terinfeksi virus corona atau Covid-19 di Indonesia, semakin meningkat.

Untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran virus yang berasal dari Wuhan itu, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan berupa imabuan kepada masyarakat untuk menjaga jarak fisik atau physical distancing dan bekerja dari rumah bagi pegawai.

Kebijakan ini berimplikasi pada berbagai bidang teramsuk bidang pendidikan. Dengan adanya pembatasan pergerakan diluar rumah serta berkumpul dalam jumlah yang banyak, sekolah-sekolah mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga universitas atau perguruan tinggi diliburkan.

Namun, proses belajar mengajar tetap harus dilaksanakan. Untuk itu ada beberapa inovasi yang dilakukan tiap sekolah agar siswanya tetap belajar seperti biasanya meski berada dirumah.

Seperti yang dilakukan guru-guru Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) Yayasan Lazuardi Global Islamic School (GIS) Ibnu Sina Kendari. Sekolah ini menghadirkan aplikasi pembelajaran secara online berbasis virtual class yakni Google Classroom atau ruang kelas Google.

Kepala Sekolah Yayasan Lazuardi GIS Ibnu Sina Kendari, Andi Reni Nur mengatakan, aplikasi ini sangatlah sederhana dan mudah digunakan atau dipahami.

“Lewat aplikasi ini kita belajar bersama anak-anak murid. Jadi meski dirumah mereka tetap belajar karena jadwalnya sesuai hari sekolah,” kata Andi Reni beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan aplikasi ini dapat dilakukan pemantauan proses diskusi kelas sehingga proses belajar mengajar lebih efektif.

“Didalamnya, murid-murid akan mengirimkan tugas yang telah dikerjakannya baik berupa lembaran atau bahkan video. Karena kami memgemas pelajaran dengan sebaik mungkin,” ungkap Reni.

“Misalnya kami minta mereka membuat video berdurasi satu menitan mengamati lingkungan sekitar rumah atau touring rumah dengan memperkihatkan barang-barang apa yang berbahaya didalam rumahnya serta membuat video saat berolah raga seperti senam dan pemanasan,” tambahnya.

Ia mengaku, sesekali guru-guru mengadakan video call atau google meet bersama para siswa.

“Dimana para siswa dan kami bisa bertatap muka melalui layar ponsel atau PC. Dua kali lah dalam seminggu. Jadi benar-benar aplikasi ini juga membuat quality time antara anak dan orang tua. Karena proses belajar anak semua diclass room melibatkan orang tua masing-masing murid,” beber Reni.

Salah Seorang Murid Lazuardi, Lidia Conita mengatakan, school from home atau sekolah dari rumah cukup menyengkan dan tak begitu berbeda dari sekolah pada umumnya.

“Tapi sebenarnya saya sangat kangen sama teman-teman di sekolah. Semoga teman-teman semangat,” tutupnya.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.