4 Pjs Bupati
Pemprov Pancasila
Pemprov TNI

Tanggapi 500 TKA, Karang Taruna Morosi Imbau Semua Pihak Berpikir Positif

PENASULTRA.ID, KENDARI – Rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok, China ke Sulawesi Tenggara (Sultra) tepatnya di Morosi, Kabupaten Konawe terus mendapat beragam reaksi dari berbagai pihak.

Menanggapi hal tersebut, Karang Taruna di sekitar kawasan industri Morosi tempat para TKA akan ditempatkan angkat bicara.

Ketua Karang Taruna Desa Paku, Kecamatan Morosi, Dedi meminta semua pihak untuk tidak terburu-buru menilai sesuatu hanya dari informasi yang belum pasti kebenarannya.

“Kami selaku pemuda di lingkar pabrik smelter ini mohon untuk menilai sesuatu hanya dari hal-hal yang beritanya belum tentu benar karena kami khususnya di Morosi ini benar-benar merasakan dampak positif dari kehadiran TKA ini,” kata Dedi dalam rilis persnya, Sabtu 20 Juni 2020.

Ia merasa heran dengan pihak yang sekarang mempermasalahkan kehadiran TKA di wilayah tersebut, karena menurutnya penggunaan TKA sudah dilakukan oleh VDNI dan OSS sejak awal masa pembangunan pabrik smelter beberapa tahun lalu.

“Dari awal perusahaan sudah menggunakan TKA sejak pembangunan smelter, tapi juga dibuktikan dengan pada masa pembangunan mereka hadir dan setelah itu mereka dipulangkan. Saya pribadi ikut mengawal hal tersebut, dan memang dibuktikan,” tegas Dedi

Jika yang dipermasalahkan adalah terkait kondisi pandemi Covid-19, Dedi mengaku hal tersebut tidak perlu dipermasalahkan karena pemerintah sudah sudah menegaskan akan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

“Berdasarkan pengumuman pemerintah, mereka juga mengikuti protokol Covid-19. Pihak perusahaan juga sudah menjelaskan bahwa TKA yang hadir ini adalah tenaga kerja yang akan mempercepat pembangunan dari pabrik smelter. Jadi tidak ada salahnya, bahkan kami mendukung,” tambahnya.

Kehadiran VDNI dan OSS, kata Dedi, telah memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

“Contohnya adalah meningkatnya pendapatan warga, pemberdayaan masyarakat yang bukan hanya terkait penyerapan tenaga kerja, tapi juga makin berkembangnya UKM di sekitar pabrik tersebut,” beber Dedi.

Sehingga, ia selaku pemuda di Kecamatan Morosi ini sangat mendukung program investasi tersebut agar dapat berjalan dengan cepat sehingga nantinya ketika pabrik sudah berdiri, serapan tenaga kerja juga akan semakin besar.

“Yang jelas manfaat dan dampak positif terhadap kami selaku masyarakat yang ada di lingkar pabrik ini, kami merasa sangat terbantukan terutama mengenai peningkatan ekonomi kami dan juga menurunnya angka pengangguran di daerah kami,” tutup Dedi.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.