DPRD Gula
Pemprov Pancasila
Pemprov TNI

Honorer RSUD Butur Kembali Tuntut Haknya

PENASULTRA.ID, BUTON UTARA – Puluhan honorer RSUD Buton Utara (Butur) kembali menuntut hak mereka dengan melakukan aksi di kantor DPRD Butur, Kamis 2 Juli 2020. Mereka menuntut anggaran BPJS 2019 yang belum diberikan hingga pertengahan 2020. Ditambah dengan honor P3K yang belum terealisasi.

Bombana Gula

“Demonstrasi ini didasari karena kekesalan kami yang belum direalisasikan oleh pihak RSUD Butur setelah dilakukannya aksi mogok kerja 12 Juni 2020 lalu,” ungkap Korlap Aksi Husni.

Kata Husni, BPJS mereka belum dicairkan selama satu tahun. Ternyata setelah dikonfirmasi ke kantor BPJS anggarannya sudah satu tahun dibayarkan tapi belum cair. Dan akan dicairkan lima bulan tapi yang di klaim lima bulan itu belum juga didapat sampai saat ini.

Setelah melakukan aksi demonstrasi di Sekretariat DPRD, anggota DPRD Butur mengajak massa aksi untuk melakukan hearing di Aula DPRD.

Saat menerima massa aksi, Ketua Komisi III DPRD Butur, Josri menjamin tiga hari kedepan akan minta kejelasan BPD, Kepala BPJS dan pihak lain yang terlibat dalam kasus ini. Kata dia, di hari Senin mendatang akan membicarakan kembali masalah gaji.

Pena Siberindo

“Sangat disayangkan karyawan honorer ini. Mereka sangat penting untuk pelayanan masyarakat dan kedepan jangan terulang lagi masalah seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Butur, Afif Darvin mengungkapkan pelayanan prima di RSUD saat ini belum maksimal. Olehnya itu kita harus kedepankan dan sejahterakan honorer RSUD karena mereka beda dengan organisasi lainnya.

“Mereka inilah garda terdepan tenaga kesehatan di Butur saat ini. Tindakan mereka ini hanya menuntut haknya. Harapan saya anak magang jangan mogok kerja tapi tetap bekerja. Jika mogok kerja yang rugi keluarga dan seluruh masyarakat Butur,” ulasnya.

“Saya berharap, Pemda kedepannya harus diatur baik-baik apalagi keluhan mereka ini jangan dipandang sebelah mata. Kami akan memanggil pihak yang terkait apa kendalanya,” tukas Politisi PDIP itu.

Penulis : Shyndi
Editor: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.