Pemprov TNI
Pemprov Pancasila
DPRD Gula

Telkomsel-PB NU Hadirkan Program Menjaga Nilai Keindonesian dan Kerohanian

PENASULTRA.ID, JAKARTA – Telkomsel bersama Pengurus Besar (PB) Nahdlatul Ulama (NU) berkolaborasi dengan menghadirkan program menjaga nilai kerohanian dan keindonesian.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama (Mou) di sela acara “Bincang Millenial PBNU dan Telkomsel” yang digelar berkolaborasi dengan Majelis Telkomsel Taqwa (MTT) di Jakarta, 21 Juli 2020 lalu.

Direktur Utama Telkomsel, Setyanto Hantoro mengatakan, pihaknya antusias menyambut baik kolaborasi terbaru dengan PB Nahdlatul Ulama yang merupakan salah satu organisasi sosial keagamaan terbesar di Indonesia.

“Kami memaknai momentum ini sebagai upaya untuk saling memperkuat persatuan bangsa melalui inisiatif kolaborasi yang sejalan dengan keberagaman nilai-nilai keindonesiaan, dimana nilai kerohanian termasuk di dalamnya,” kata Setyanto melalui rilis persnya, Kamis 23 Juli 2020.

Menurutnya, kolaborasi ini meliputi enam inisiatif utama. Pertama, komitmen untuk saling bekerja sama dalam membuat dan menyiarkan pesan-pesan kebaikan berbentuk iklan layanan masyarakat.

Kedua, berkolaborasi untuk memproduksi dan menyebarluaskan konten-konten yang mengedepankan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

“Lalu inisiatif ketiga adalah partisipasi bersama dalam ruang diskursus bertajuk milenial bicara yang diselenggarakan oleh Radio Dakta sebagai upaya nyata Telkomsel untuk tetap relevan dengan generasi muda di Indonesia,” beber Setyanto.

Kemudian, inisiatif keempat adalah digitalisasi manuskrip dan kitab-kitab klasik hasil karya ulama-ulama Nusantara. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengembangan pustaka digital dan metode belajar jarak jauh di Indonesia.

“Inisiatif ini pun sejalan dengan komitmen Telkomsel selaku leading digital telco company dalam mengembangkan ekosistem digital secara menyeluruh dan berkelanjutan di Indonesia, termasuk meningkatkan literasi digital di sektor pendidikan,” jelas Setyanto.

Inisiatif kelima, kata Setyanto, Telkomsel dan PB NU telah sepakat untuk mengembangkan sejumlah program berbasis corporate social responsibility (CSR) terbaru yang lebih menyasar masyarakat, santri, dan pesantren di masa mendatang.

Sedangkan inisiatif terakhir akan keterlibatan bersama dalam pengembangan kerohanian dan karakter bagi karyawan Telkomsel.

“Kami juga akan melibatkan komunitas kerohanian Islam yang ada di Telkomsel, yakni Majelis Telkomsel Taqwa untuk berpartisipasi aktif mewujudkan seluruh inisiatif bersama yang akan dijalankan Telkomsel dan PBNU,” tambah Setyanto.

Ia berharap, inisiatif ini mampu menginspirasi masyarakat dan organisasi lainnya untuk bersama-sama memiliki tekad yang kuat untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan yang menjadi identitas Indonesia.

Semenra itu, Ketua Umum Nahdlatul Ulama Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siro mengatakan, keindonesiaan dan kerohanian memberikan nilai-nilai yang baik. Maka dari itu, segenap PB NU optimis dengan kerja sama dengan Telkomsel untuk memperkuat nilai-nilai kedaulatan dan keagamaan yang mampu mempererat persatuan bangsa.

“Kami harap, kolaborasi ini mampu meningkatkan implementasi teknologi dalam penyiaran agama sehingga masyarakat dapat menyerap esensinya secara penuh dan lebih mudah,” tutup Said.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.