Promo Pena

Putri Gubernur Sultra Runner Up Kejuaraan Tenis Meja Antar Club

PENASULTRA.ID, KENDARI – Meski umurnya terbilang masih sangat muda, namun semangat Ayla (12) putri tercinta Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi dan ibu Agista Ariany yang juga Ketua KONI Sultra tidak pantang menyerah saat mengikuti kejuaraan tenis meja antar club tingkat Sultra.

Promo Pena

Bahkan dengan semangat yang kokoh, Ayla bisa mengalahkan lawan-lawanya di partai awal sehingga bisa menembus babak final. Tentu di usia 12 tahun, tidak mudah dapat menembus partai puncak dimana selalu dinantikan oleh publik pecinta tenis meja.

Pantauan awak Penasultra.id, di partai final tenis meja antara club se Sultra, Ayla Putri Ali Mazi berhadapan dengan La Ode Ashar juara junior tenis meja Sultra yang dilaksanakan di Lobbi Lippo Plaza Kendari, Minggu 9 Agustus 2020.

Dibarisan penonton, tampak Gubernur Sultra H. Ali Mazi bersama ibu Agista Ariany duduk berdampingan menyaksikan sang putri bertanding didampingi sejumlah kepala OPD dan ASN lingkup Pemprov Sultra.

“Alhamdulillah akhirnya dengan bekal sebulan bermain tenis meja, Ayla dapat menumbangkan para pemain junior hebat di Sultra. Kendatipun di partai final Ayla dikalahkan oleh sang juara junior Sultra, namun perlawanan yang diberikan Ayla sampai lima set dan diakhiri dengan permainan jus pada set kelima,” ungkap Ridwan Badallah saat menyaksikan pertandingan.

Promo Pena

ASN Pemprov Sultra ini mengatakan, sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi Gubernur Sultra dan ibu yang memiliki anak berbakat, cerdas, dan memiliki intelegensi yang tinggi. Bayangkan, sambung dia, hanya selama bulan ramadan Ayla berlatih tenis meja. Ayla mampu membuktikan saat bertanding melawan laki-laki hingga meraih juara kedua.

“Selamat nak, asah terus prestasimu. Insyaallah Porprov menunggumu sebagai pendatang baru berbakat dan bertalenta tinggi. Jiwa juangmu sangat tinggi, sikapmu yang dingin dengan senyuman manis, performamu yang tinggi, ramah dan bersahaja menjadi bekalmu menjadi atlit nasional ke depan,” tambah Kabid Sosial dan Kependudukan Balitbang Sultra itu.

Lanjut Ridwan, tanpa nama besar kedua orang tuanya, Ayla membuktikan kemampuan mengelola kecerdasan pengetahuan (knowledge intelegensi), kecerdasan akhlak dan emosi (emotional dan attitude intelegensi) keahlian serta keterampilan (skill dan psikomotor intelegensi) menjadi satu kekuatan yang hanya dimiliki oleh atlit-atlit berbakat dan berprestasi.

“Tentunya, dengan polesan tangan dingin pelatih yang tepat, saya yakin Ayla Putri Ali Mazi akan menjadi atlit hebat. Bahkan tidak menuntut kemungkinan menjadi atlit kebanggaan Indonesia dalam kancah nasional dan internasional,” tutup Ridwan.

Penulis: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.