Promo Pena

UT Kendari Lakukan Pelatihan Teknik Penyusunan Soal HOTS di SMPN 9

PENASULTRA.ID, KENDARI – Universitas Terbuka (UT) Kendari melakukan pelatihan teknik penyusunan soal Hicher Order Thinking Skill (HOTS) kepada 20 guru di SMPN 9 Kendari, Sabtu 29 Agustus 2020.

Promo Pena

Pengelola Universitas Terbuka (UT) Kendari LM. Ruspan Takasi mengatakan, pelatihan penyusunan soal itu dalam rangka pengabdian kepada masyarakat UT sebagai perguruan tinggi negeri yang menjalankan tridharma perguruan tinggi ketiga yaitu pengabdian kepada masyarakat (PKM).

“HOTS itu sebenarnya meningkatkan cara berpikir siswa agar lebih tinggi. Mengingat situasi sekarang tuntutan para siswa tinggi. Tujuannya siswa bisa berfikir tinggi,” kata Ruspan ketika ditemui di SMPN 9 Kendari.

Tambah Ruspan, penyusunan soal HOTS baru dilakukan di SMPN 9 Kendari. Namun, menurut Ruspan, kemungkinan ada beberapa sekolah tingkatan SD atau SMA akan dilakukan kegiatan yang sama.

“Untuk UT Kendari, PKM khusus pendidikan dan pengajaran baru pertama di 2020. Biasanya PKM yang kami lakukan pemberdayaan kelompok masyarakat misalnya pengadaan air bersih, penghijauan dan reboisasi disalah satu pantai,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kepala SMPN 9 Kendari Milwan mengungkapkan, pelatihan teknik penyusunan soal HOTS dilakukan oleh UT Kendari merupakan PKM. Dimana didalam pelatihan itu berupa penyusunan soal-soal HOTS, soal-soal tingkatan tinggi. Dan yang dilatih adalah guru SMP 9 Kendari untuk 4 mata pelajaran IPA, Matematika, IPS dan Bahasa Indonesia. Jumlah peserta sebanyak 20.

Tujuannya, sambung Milwan, untuk melatih siswa agar bisa menemukan, menganalis dan mengambil kesimpulan serta nalar. Kemudian aoal-soal yang kualitatatif.

Promo Pena

“Kami bekerja sama dengan UT Kendari dan pihak UHO. Tapi bentuk soalnya dari UT. Kami senang dengan pembelajaran jarak jauh. Saya harap teman-teman guru bisa memberikan materi kepada peserta didik secara daring. Dan dapat memberikan soal-soal HOTS,” ulasnya.

“Saya juga harap, guru-guru mampu membuat konsep-konsep soal HOTS. Mengaplikasikan kepada peserta didik dan menalar. Sehingga mampu mereka kerjakan dirumahnya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu pemateri Zamsir menjelaskan pelatihan penyusunan soal-saol HOTS bukan barang baru bagi guru. Saat ini hanya pengembangan yang perlu diperbaiki agar disamakan persepsi sehingga dalam penyusunan nanti tidak saling beda pendapat.

“Tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada guru-guru bagaimana penyusunan soal-soal HOTS yang baik,” ucapnya.

Lanjut dia, dengan pelatihan itu guru-guru bisa membuat soal-soal HOTS secara sendiri sesuai dengan bidang studinya masing-masing. Dalam penyusunan soal, tingkatannya jangan rendah semua tapi harus diselingi soal HOTS supaya anak-anak punya kemampuan tinggi dalam menerima soal.

“Misalnya soal Matematika, didalam soal itu tidak boleh soal mudah semua tapi harus ada soal HOTS nya,” pungkasnya.

Penulis: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.