Promo Pena

Tim Pemenangan RABU di Asera dan Andowia Resmi Terbentuk

PENASULTRA.ID, KONAWE UTARA – Ribuan tim pemenangan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin-Abuhaera Kecamatan Asera dan Andowia resmi terbentuk, Sabtu 19 September 2020.

Terbentuknya tim di dua kecamatan tersebut dihadiri ketua partai pengusung dari PDIP, Nasdem, Golkar, PBB dan para tokoh masyarakat, agama, pemuda serta tokoh adat.

Juru Bicara (jubir) RABU, Yusran Taridala mengatakan, tercatat sebanyak 2.500 orang dilegalisasi sebagai tim pemenangan yang terdiri dari berbagai komunitas generasi milenial dan organisasi lainnya.

“Yang di kukuhkan se-kecamataan Asera dan Andowia dari berbagai desa juga kelurahan, “kata Yusran, Sabtu 19 September 2020.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan RABU, Sudiro mengaperesiasi masyarakat di dua kecamatan tersebut. Sebab, dinilai begitu antusias untuk berjuang bersama memenangkan Ruksamin-Abuhaera pada Pilkada Konut 9 Desember 2020 mendatang.

Menurutnya, pasangan politisi dan birokrasi ini memiliki program kerja yang jelas dan nyata untuk daerah dan masyarakat. Sehingga tak ada keraguan lagi untuk diperjuangkan.

“Serta bertanggung jawab melindungi masyarakat dari segala bencana,” ungkap Sudiro.

Dengan dukungan para partai politik (parpol) yakni PDIP, Nasdem, Golkar, Gerindra dan PBB, katanya, membuat hasil survei partai pengusung berada di angka rata-rata 70 sampai 72 persen.

“Pasangan RABU adalah perpaduan antra politisi dan birokrasi yang akan memberikan penyegaran pemerintahan yang bersih dan berwibawa terhindar dari korupsi,”kata politisi Partai Nasdem ini.

Ditempat yang sama, Ruksamin meminta seluruh tim yang telah dikukuhkan agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang dihembuskan kandidat lain.

Di terangkan, era digital saat ini sangat mudah di gunakan kubu lawan untuk memecah bela persatuan tim.

“Ini yang harus kita hati-hati,” jelas Ruksamin.

Senada, Abu Haera menegaskan, dirinya tampil di pilkada bukan untuk mengumpulkan harta dan uang. Melainkan, berjuang untuk membangun daerah. Sebagai salah satu tokoh pemekaran Konut, dirinya pertaruhkan jiwa raga untuk mengabdikan diri kepada daerah.

“Di sisa umur saya ini, saya hanya mau bekerja untuk daerah demi kesejatraan dan kemakmuran masyarakat Konut,” tukasnya.

Penulis: Tim
Editor: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.