Promo Pena

Dewan Pers Mengutuk Tindakan Kekerasan Aparat Terhadap Wartawan

PENASULTRA.ID, JAKARTA – Dewan Pers menyatakan keprihatinannya yang dalam atas peristiwa kekerasan yang dialami para wartawan saat meliput demonstrasi penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja di berbagai kota pada Kamis, 8 Oktober 2010.

Promo Pena

Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh mengatakan, pihaknya memberikan dukungan moral kepada para wartawan yang menjadi korban kekerasan beserta keluarganya.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Penasultra.id, Nuh menyampaikan sejumlah sikap Dewan Pers.

Pertama, mengutuk dengan keras oknum aparat yang melakukan tindak kekerasan, intimidasi verbal dan perusakan alat kerja wartawan yang sedang melakukan kerja jurnalistik meliput demonstrasi.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, kami memandang perlu pihak Kepolisian memberikan penjelasan resmi atas kekerasan dan perusakan yang terjadi,” kata Nuh, Sabtu 10 Oktober 2020.

Kedua, meminta agar Kepolisian segera melepaskan para wartawan jika ada yang masih ditahan serta memperlakukan mereka dengan baik dan beradab.

Pena Maulid

Ketiga, mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya, para wartawan dilindungi oleh Undang-Undang. Pasal 8 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan, “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.”

“Dalam konteks ini, semestinya pihak Kepolisian bersikap hati-hati, proporsional dan tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik,” tekan Nuh.

Keempat, menghimbau kepada pihak media dan pihak keluarga wartawan agar segera memberitahukan ke Dewan Pers, Asosiasi Wartawan dan Kepolisian jika ada unsur wartawan peliput demonstrasi yang belum ditemukan keberadaannya hingga saat ini dan atau sedang membutuhkan perawatan medis intensif karena menjadi korban kekerasan saat meliput demonstrasi.

Kelima, menghimbau kepada semua pihak agar hanya meletakkan insiden kekerasan terhadap wartawan dalam konteks penegakkan prinsip-prinsip kemerdekaan pers berdasarkan UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Keenam, menghimbau kepada segenap pers nasional, khususnya para wartawan agar senantiasa mengedepankan keselamatan dan kesehatan pada situasi pandemi covid-19 seperti saat ini, dengan senantiasa berdisiplin melaksanakan protokol kesehatan saat meliput peristiwa-peristiwa publik.

“Perusahaan pers memiliki kewajiban untuk memastikan keselamatan dan kesehatan para wartawannya dalam konteks ini,” tutup Nuh.(*)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.