Promo Pena

Buka Pelatihan MTU di Wakatobi, Ini Kata Kepala BLK Kendari

PENASULTRA.ID, WAKATOBI – Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, La Ode Haji Polondu resmi membuka pelatihan mobile training unit (MTU) berbasis kompetensi non institusional di Desa Kabita, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Rabu 21 Oktober 2020.

La Ode Haji Polondu mengatakan, tujuan pelatihan kerja tersebut untuk mempersiapkan para tenaga kerja yang terampil dan kompeten agar dapat diserap di pasar kerja dan dunia industri atau dapat berwirausaha secara mandiri.

“Olehnya saya harap semua peserta bersungguh-sungguh dalam menjalani masa pelatihan,” kata Haji Polondu melalui pesan WhatsAppnya, Rabu 21 Oktober 2020.

Menurutnya, ada satu paket program keahlian yang dibuka pada pelatihan kali ini, yakni pelatihan menjahit pakaian dasar dan kejuruan garmen apparel.

“Insya Allah, kedepannya kita akan tambah jumlah paket pelatihan. Namun dengan bertambahnya jumlah paket itu, saya berharap pemda Wakatobi bisa ikut mengambil peran dalam menunjang keterampilan masyarakatnya,” jelas Haji Polondu.

Ia mengimbau, masyarakat Wakatobi yang ingin mengikuti pelatihan agar senantiasa memantau media sosial BLK Kendari terutama Facebook dan Instagram BLK Kendari.

“Program pelatihan kerja ini sebagai bentuk kepedulian Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui Unit Pelaksana Teknis Pusat atau UPTP yang ada di Sultra,” beber Polondu.

Sementara itu, Bupati Wakatobi yang diwakili oleh Asisten I, Ir. Nursidiq berharap pada tahun-tahun mendatang perhatian dan kerja sama BLK Kendari terhadap Wakatobi lebih ditingkatkan dan diperluas.

Senada, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Wakatobi, La Ode Boa berharap, para peserta kedepannya dapat membuka usaha di Kabupaten Wakatobi usai mengikuti pelatihan ini.

“Para calon pelatihan ini diharapkan akan menjadi pelaku usaha mikro kecil menengah, dan mudah-mudahan adik-adik peserta pelatihan ini dapat menciptakan usaha-usaha baru di Kabupaten Wakatobi,” tutup Boa.

Untuk diketahui, pelatihan tersebut dilaksanakan selama 30 hari dengan puluhan jumlah peserta yang berasal dari desa setempat yang telah dinyatakan lolos dalam seleksi administrasi pelatihan.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.