Promo Pena

Tenaga Kebersihan di Balasuna Mengaku Dipecat Gegara Tidak Dukung Arhawi

PENASULTRA.ID, WAKATOBI – Sejumlah tenaga kebersihan di Desa Balasuna, Kecamatan Kaledupa mengaku dipecat oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kadesnya gara-gara tidak mendukung pasangan calon (paslon) Bupati-Wakil Bupati Wakatobi, Arhawi-Hardin di Pilkada 2020.

Hal itu terungkap saat kampanye dialogis yang digelar paslon nomor urut 2, H. Haliana-Ilmiati Daud (HATI) di Desa Balasuna beberapa waktu lalu.

Salah seorang tenaga kebersihan, Arudin mengaku, sebelum ia dipecat, dirinya sempat dipanggil ke ruangan Plt. Kades Balasuna, Jufri Ismail dan ditanya terkait siapa dukungannya pada Pilkada Wakatobi 2020 mendatang.

“Saya jawab dia kalau saya ini dukung merah yakni paslon Haliana-Ilmiati Daud,” kata Arudin, 21 Oktober 2020.

Setelah pemanggilannya tersebut, perlakukan plt kades terhadap dirinya sudah tidak seperti biasanya. Dalam waktu yang tidak lama, ia pun kembali dipanggil oleh kades, kemudian diberitahukan jika dirinya sudah diberhentikan.

Atas pemecatannya, ia mengaku kecewa atas kebijakan kades yang dinilai tidak bijaksana terhadap kebebasan memilih rakyatnya.

“Yang saya marahkan itu dia pernah bilang, kalau saya bulan Desember 2020 baru saya diberhentikan, tapi faktanya sebelum bulan Desember saya sudah dipecat,” berangnya.

Senada, Wadin salah seorang warga Balasuna mengaku diberhentikan dari jabatan Khotib, sara hukum Masjid Balasuna karena mendukung Haliana-Ilmiati Daud.

Ia mengaku, sebelum dipecat dari Khotib, pada Juni 2020 lalu, dirinya yang juga merangkap jabatan kaur perencanaan di kantor Desa Balasuna sempat ditawari sesuatu oleh ptl. kades. Tawaran tersebut yakni jika mendukung Arhawi jabatan khatibnya tidak akan dicopot.

Saat dimintai klarifikasi via WhatsAap, Plt. Kades Balasuna, Jufri Ismail belum bisa memberikan keterangan karena beliau sedang sakit.

“Kalau saya sudah sehat baru saya berikan keterangan,” jawabnya.

Dugaan kasus intimidasi sejumlah warga di Kaledupa saat ini sedang diadvokasi tim pengacara HATI. Kemudian akan dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Wakatobi sebagai dugaan tindak pidana pilkada.

Untuk diketahui, selain Desa Balasuna, dugaan intimidasi politik yang disinyalir dilakukan Plt. Kades, Kades dan Timses pendukung Arhawi terhadap perangkat Desa, tenaga kebersihan serta kader desa juga terjadi di Desa Mantigola, Sama Bahari, Olo, Balasuna dan Tano Meha.

Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.