Promo Pena

Jubir RAPI Berharap Kapolres Muna Bekerja Profesional Tanpa Tekanan

PENASULTRA ID, MUNA – Baru-baru ini telah terjadi penyerangan posko Pemenangan pasangan calon (paslon) LM Rusman Emba-Bachrun Labuta (RE-BL) yang terletak di bilangan Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Laende, Kecamatan Katobu.

Tak menunggu lama, dua terduga pelaku yang diketahui pendukung paslon LM Rajiun Tumada-La Pili (RAPI) telah diamankan oleh jajaran Kepolisian Resor (Polres) Muna.

Kesigapan Polres Muna dibawah Komando AKBP Debby Asri Nugroho ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Juru Bicara (Jubir) paslon RAPI, Wahidin Kusuma Putra.

Namun demikian, Wahidin berharap langkah Polres Muna dalam mengamankan terduga pelaku bukan atas dasar tekanan dari parpol penguasa yang mendukung Paslon tertentu di pilkada Muna ini.

Sebab, kronologis kejadian secara objektif telah gamblang disampaikan oleh tim investigasi dari pihak RAPI. Dimana kejadian sebenarnya tidak seperti apa yang beredar di media.

Dikatakannya, kejadian tersebut berawal dari tindakan provokasi yang dilakukan oleh pendukung paslon RE-BL yang pada akhirnya memicu reaksi dari pihak pendukung RAPI, sehingga tindakan penyerangan posko tak terelakkan.

“Jika tak dipancing, tidak mungkin ada reaksi dari pendukung RAPI. Tindakan provokasi ini sudah berkali-kali mereka lakukan. Kami bahkan sudah melaporkan mereka di Polres tapi belum ada penanganan yang maksimal dari pihak kepolisian,” kata Wahidin, Minggu 25 Oktober 2020.

“Bisa dicek, laporan kami di Polres Muna mengenai tindakan provokasi itu sudah menggunung di Polres. Itu membuktikan bahwa pihak kami sudah lama menahan diri,” ungkapnya.

Menurutnya, beberapa laporan dari pihak RAPI hingga kini belum ditindaklanjuti secara efektif. Bahkan pelaku juga masih berkeliaran dan semakin bebas melakukan provokasi.

Laporan yang telah masuk di Polres Muna yakni intimidasi dalam bentuk pemukulan terhadap seorang pemilih pemula yang dipaksa untuk mendukung RE-BL, pemukulan terhadap relawan di posko social milenial RAPI dan pengrusakan posko RAPI di Kelurahan Palangga.

“Lalu pendukung RAPI yang dibuang ke laut oleh rombongan RE-BL di Meleura hingga pembakaran posko di jalan Bunga Kamboja, Kelurahan Raha III,” beber Wahidin.

Namun sangat disayangkan semua bentuk provokasi itu belum ada penanganan yang maksimal alias mandek. Sementara, dua terduga pelaku pengrusakan posko RE-BL tak sampai 24 jam sudah diproses.

“Ini tentu memunculkan kecurigaan. Kami khawatir Polres Muna mulai ditekan oleh parpol tertentu. Sebab cara kerjanya mulai mengindikasikan adanya ketidakadilan dalam penanganan kasus,” tegasnya.

Meskipun terindikasi adanya tekanan terhadap kepolisian oleh parpol tertentu mulai terlihat, demi terciptanya keamanan dan ketertiban serta keadilan, pihaknya masih berharap agar Kapolres Muna bekerja profesional dan netral pada momentum pilkada Muna.

“Kami mengimbau agar seluruh simpatisan dan pendukung RAPI tidak berkecil hati. Jangan takut untuk menyuarakan kebenaran, semua ini demi lahirnya pemimpin berkualitas yang akan membawa perubahan dan kebangkitan Muna kedepan, kita harus siap menghadapi tirani kekuasaan yang ingin memanfaatkan kepolisian,” pungkas Wahidin.

Penulis: Sudirman Behima
Editor: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.