PENASULTRA.ID, KENDARI – Pandemi Covid-19 telah memukul berbagai sektor ekonomi, termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Banyak di antaranya yang terpaksa harus gulung tikar atau mengalami penurunan penjualan signifikan.
Melihat hal tersebut, Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama pemerintah daerah (pemda) menghadirkan langkah kongrit untuk menyelamatkan UMKM. Termasuk mendorong terciptanya UMKM baru sebagai kekuatan perekonomian daerah ataupun nasional lewat platform Ayomibeli.com.
Kepala Perwakilan (KPw) BI Sultra, Suharman Tabrani mengatakan, kreativitas, digitalisasi dan sinergi merupakan kunci untuk menciptakan nilai tambah dalam memajukan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian daerah ataupun nasional di era digital.
Pertama, kreativitas dengan meningkatkan nilai tambah produk UMKM. Kemudian kedua, digitalisasi melalui inisiasi UMKM Go Digital dan integrasi ekonomi keuangan digital melalui infrastruktur sistem pembayaran yang cepat, mudah, murah, aman dan andal.
“Ketiga, sinergi kebijakan nasional pusat dan daerah dengan memprioritaskan sektor-sektor, memperkuat model bisnis yang terintegrasi, dan secara end to end mendorong kemajuan UMKM,” kata Suharman melalui rilis persnya, Rabu 4 November 2020.
View this post on Instagram
Menurutnya, pandemi COVID-19 yang terjadi dapat menjadi momentum bagi UMKM untuk mengakselerasi penggunaan teknologi digital dalam bisnis, khususnya optimalisasi pemasaran digital melalui platform e-commerce.
“Untuk itu kita hadirkan platform pemasaran digital yakni ayomibeli.com yang berisi berbagai produk unggulan UMKM lokal Sultra,” beber Suharman.
Discussion about this post