PENASULTRA.ID, KENDARI – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendorong transaksi non tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Pada 25 Agustus 2022 lalu, Kantor Perwakilan (KPw) BI Sultra berkolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mengadakan sosialisasi dan training of trainers (TOT) merchant pejuang QRIS untuk akselerasi 100 ribu pengguna QRIS dan Pemda Digital di Aula KPw BI Sultra pada 25 Agustus 2022 lalu
TOT ini diikuti oleh pelaku usaha, pengurus dewan masjid Indonesia dan perwakilan komite SD, SMP dan SMA di Kendari.
Deputi Kepala KPw BI Sultra, Aryo Wibowo T Prasetyo mengatakan, saat ini pengguna QRIS di Kendari mencapai 49 ribu per Juni 2022.
“bertambah 34 ribu dari awal 2022. Untuk mencapai target 100 pengguna dibutuhkan suatu sistem dan dukungan dari semua pihak,” kata Aryo.
Ia mengatakan, setelah TOT ini akan dilakukan pendampingan pada merchant pejuang QRIS secara intens guna memberikan dorongan kepada pelanggan untuk menggunakan transaksi non tunai.
“Karena transaksi non tunai jelas dan memudahkan pembukuan dan menghindari risiko-risiko seperti adanya uang palsu dan kurangnya kembalian,” ujar Aryo.
Discussion about this post