Salah satu tantangan yang dihadapi, tambah Agista, tidak semua ibu-ibu di Sultra berasal dari keluarga yang mampu untuk memenuhi perbaikan gizinya. Itulah yang menjadi tugas dari Pokja Bunda PAUD Sultra untuk memfasilitasi terpenuhinya peningkatan kualitas para ibu-ibu, termasuk pemenuhan gizi keluarga.
Sementara itu, anggota Pokja Bidang Pendidikan Bunda PAUD Sultra Etika Rosita, menjelaskan kondisi kuantitatif PAUD di Sultra terdiri dari jumlah sekolah, guru dan tenaga kependidikan, dan siswa.
Saat ini, sambung dia, jumlah PAUD (taman kanak-kanak/TK) di Sultra sebanyak 2.011 unit tersebar di 17 kabupaten kota. Jumlah kelompok bermain sebanyak 541 unit, Tempat Penitipan Anak (TPA) sebanyak 14 unit, dan Satuan PAUD Sejenis (SPS) sebanyak 19 unit.
“Jumlah guru dan tenaga kependidikan, terdiri dari sekolah TK sebanyak 4.048 orang. Sedangkan untuk kategori kelompok bermain sebanyak 673 orang, TPA sebanyak delapan orang, dan SPS sebanyak 19 orang,” tuturnya.
Lanjutnya, adapun jumlah siswa PAUD/TK sebanyak 77.372 anak. Yang tergabung dalam kelompok bermain sebanyak 16.380 anak. Sedangkan di TPA sebanyak 108 anak, dan yang di SPS sebanyak 408 anak.
“Adapun angka partisipasi kasar (APK) PAUD di Sultra mencapai 49,31 persen. Kita masih lebih tinggi ketimbang APK nasional,” pungkas Etika,” jelasnya.
Editor: Basisa
Discussion about this post