“Sekarang adik-adik terutama yang SMA, kita akan memasuki tahun politik yang akan melaksanakan Pemilu pada 14 Februari 2024. Kita akan melaksanakan pencoblosan presiden dan legislatif. Apalagi berdasarkan data yang ada bahwa 58 persen pemilih pada pemilu 2024 nanti pemilihnya adalah generasi gen Z. Generasi yang hari ini masih SMA. Karena itu adik-adik semua harus memperhatikan, gunakan hak pilihmu dengan baik,” papar Muzani.
Oleh sebab itu, lanjut Muzani, di zaman demokrasi, politik adalah hal yang paling mendasar untuk bisa membawa kebaikan dan kemajuan bagi suatu bangsa.
“Mekanisme Pemilu adalah mekanisme demokrasi dan mekanisme demokrasi itu adalah proses politik. Maka pilihlah pemimpin yang bisa membawa kebaikan untuk negara, yang bisa memberikan kemajuan untuk bangsa kita, dan bisa memberikan kemakmuran untuk rakyat Indonesia. Termasuk memberikan perbaikan bagi dunia pendidikan kita,” kata Muzani.
Saat ini, rata-rata tingkat pendidikan rakyat Indonesia yang mencapai jenjang S1 hanya 6 persen. Sementara yang mencapai jenjang SMA 20 persen dan SMP 13 persen. Sementara mayoritas 23 persen rakyat Indonesia tidak lulus SD atau belum/tidak sekolah.
“Saat ini kita menghadapi kenyataan bahwa tingkat pendidikan kita masih rendah. Rata-rata IQ orang Indonesia di angka 78. Jepang adalah negara dengan rata-rata IQ tertinggi dengan skor 106. Kemudian kualitas pendidikan kita diurutan 67. Oleh karena itu saya mengajak seluruh kader PII untuk bangkit dan berjuang memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara kita. Serta bisa menjadi pemimpin yang terus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tutup Muzani.
Diketahui, selain Muzani, dalam Muktamar Nasional PII ini turut pula dihadiri Ketua Umum Keluarga Besar PII Nasrullah Larada. Kemudian Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Timur Seno Aji, serta jajaran pengurus wilayah PII se-Indonesia. Muktamar ini sendiri akan berlangsung selama 4 hari ke depan.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post