Dalam simulasi empat nama, AJP semakin kokoh di posisi pertama dengan elektabilitas 32,3 persen, diikuti Siska Karina Imran 18,6 persen dan Sitya Giona Nur Alam 17,2 persen serta Abdul Rohman 5,2 persen. Responden tidak tahu dan tidak jawab sebesar 26,7 persen.
Bahkan, dalam simulasi tiga nama tidak jauh berbeda, AJP tetap unggul di posisi pertama dengan elektabilitas 35,8 persen, Siska Karina Imran 19,1 persen dan Sitya Giona Nur Alam 18,2 persen, Responden tidak tahu dan tidak jawab sebesar 26,9 persen.
“Ini menunjukkan semakin kecil poros politik, limpahan suara lebih banyak masuk ke AJP,” Bawono menambahkan.
Untuk diketahui, survei Indikator Politik Indonesia ini melibatkan 400 orang responden dengan metode multistage random sampling. Toleransi kesalahan atau margin of error 5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden terpilih diwawancarai dengan metode wawancara tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih dan berpengalaman.
Kendali kualitas terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam kendali kualitas ini tidak ditemukan kesalahan berarti.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post