Tidak saja Jawa Timur, dengan mengambil Khofifah sebagai cawapres, lanjut Taufiqurokhman, warga Nahdhiyin di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Tengah (Jateng) akan merasa memiliki representasinya. Ini juga sekaligus dapat mengurangi suara bakal calon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), khususnya di Jawa Tengah.
Kedua, apatisme sebagian warga Nahdhiyin terhadap isu politik identitas, radikalisme, wahabi, kadrun, dan sejenisnya, yang selama ini cukup berhasil dituduhkan bahkan “difitnahkan” ke Anies dan disebar secara sengaja dan intens oleh lawan politik di kalangan warga Nahdhiyin akan dengan sendirinya mereda. Hadirnya Khofifah, mantan ketua muslimat NU, akan menghapus semua tuduhan itu.
“Dari sini akan banyak yang sadar ternyata “semua itu adalah permainan isu dan manuver politik”. Kaum santri menyebut itu semua adalah fitnah dan kejahatan politik. Akan banyak santri dan akademisi lugu (gak paham politik) yang akan tersadarkan,” terang Taufiqurokhman.
Selanjutnya, yang terakhir, Jawa Timur merupakan penduduk terpadat kedua setelah Jawa Barat (Jabar). Ada 30 juta pemilih di Jawa Timur. Anies kuat di Jawa Barat, tapi tidak di Jawa Timur.
“Dengan memasangkan Anies-Khofifah, maka relatif mudah bagi Koalisi Perubahan memenangkan Jawa Timur dan Jawa Barat,” ujar Taufiqurokhman memungkasi.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post