PENASULTRA.ID, KENDARI – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun Lio mendukung proyek perubahan yang dikembangkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra, LM Rusdin Jaya.
Proyek perubahan dengan konsep integrated farming system ini dikembangkan Rusdin saat mengikuti pelatihan kepemimpinan nasional TK II di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia (RI) beberapa waktu lalu.
Asrun mengatakan, proyek perubahan ini cukup menarik karena arah pengembangan pertanian Sultra menopang ketahanan pangan, peningkatan produksi dan produktivitas.
Hal ini juga sejalan dengan delapan arahan esensial Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Komjen Pol (P) Andap Budhi Revianto sesuai amanat Presiden, Jokowi.
Kedelapan arahan esensial itu yakni penanganan/pengendalian inflasi, penanganan kemiskinan ekstrim, penanganan prevalensi stunting, penguatan belanja APBD difokuskan pada produk dalam negeri, memaksimalkan potensi daerah, penguatan penyelenggaraan pemilu, penanganan/antisipasi kekeringan ekstrim dampak el nino serta penguatan ketahanan pangan.
Proyek perubahan berjudul Barakati (Bangun kawasan pertanian Wawolemo untuk penguatan investasi) Sultra ini ada pada mengemuka pada poin penguatan tanaman pagan.
“Proyek yang masuk sektor ketahanan pangan dan peternakan di Sultra ini tetap menjadi prioritas utama karena peranannya cukup strategis dalam pembangunan nasional maupun daerah melalui pembentukan produk domestik regional bruto atau PDRB, penyedia lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan pembangunan sektor lain,” kata Asrun, Minggu 1 Oktober 2023.
Menurutnya, Barakati Sultra adalah arah baru pengembangan sektor pertanian yang diharapkan bisa menjadi penggerak bagi pemenuhan kesejahteraan petani dan peternak di Sultra.
Discussion about this post