“Kami akan melakukan penilaian kerusakan (damage assessment) secara menyeluruh dan detail terhadap struktur bangunan rumah sakit Indonesia, instalasi gas, air, listrik, internet, serta mengevaluasi kelengkapan alat-alat medis dan elektromedis yang masih dapat digunakan,” ujar dr. Hadiki dalam keterangannya.
Pertemuan ini difasilitasi oleh Direktur RS Indonesia, dr. Marwan Al Sultan beserta staf rumah sakit. Turut hadir dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga di wilayah Gaza, Palestina.
Tim MER-C sendiri terdiri dari lima relawan Indonesia dan empat staf local yang berhasil mencapai Gaza Utara hari Kamis, 30 Januari 2025.
Pada kesempatan memasuki Gaza Utara pasca kesepakatan gencatan senjata tersebut, Tim MER-C langsung melakukan penilaian ke tiga rumah sakit di Gaza Utara, yaitu RS Al Awda, RS Kamal Adwan dan RS Indonesia.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post