PENASULTRAID, JAKARTA – Indonesia menghadapi angka backlog perumahan yang masih sangat tinggi, terutama untuk kawasan perkotaan yang memiliki populasi padat. Pemerintah sendiri menargetkan pengurangan backlog jumlah rumah menjadi sekitar 5 juta unit pada tahun ini, dari sebelumnya yang mencapai 7,64 juta di 2020 lalu.
Target ini didukung dengan alokasi anggaran yang besar dari APBN dan sektor swasta, lewat program pembangunan rumah yang berkesinambungan.
Peningkatan permintaan hunian membutuhkan solusi konstruksi yang lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan, untuk menyeimbangkan aspek kebutuhan akan rumah layak dengan kondisi sosial dan lingkungan yang ada, seperti semakin sempitnya lahan perumahan atau meningkatnya biaya konstruksi.
PT Cemindo Gemilang Tbk, produsen Semen Merah Putih dan material konstruksi lainnya berbasis semen, melihat hal ini sebagai tantangan yang harus bisa dipenuhi oleh industri konstruksi khususnya semen, untuk turut mendukung pemerintah dan masyarakat dalam krisis pasokan rumah yang makin besar saat ini.
Melalui anak perusahaannya PT Motive Mulia, yang khusus memproduksi beton serta turunannya dengan merk Beton Merah Putih menawarkan solusi inovatif yang berfokus pada beton pracetak dan prategang untuk perumahan yaitu Beton Modular Pracetak atau Prefabricated Modular Concrete.
Hal ini terungkap dalam acara Workshop Konstruksi Indonesia, Kolaborasi AP3I (Asosiasi Perusahaan Pracetak dan Prategang Indonesia) dengan Semen Merah Putih dan Beton Merah Putih, pada Kamis 7 November 2024 di ICE BSD, Tangerang.
Transformasi Penyediaan Hunian Modular Berbasis Pracetak
Direktur Operasional PT Motive Mulia, Akhmad Syamsuddin menjelaskan bahwa solusi modular pracetak ini dirancang untuk memberikan efisiensi biaya dan kecepatan dalam membangun perumahan sehingga akan menjadi solusi terbaik untuk menjawab tantangan backlog perumahan saat ini dan memenuhi target pemerintah dalam penyediaan perumahan yang berkualitas dan terjangkau untuk masyarakat.
“Solusi Prefabricated Modular Concrete, akan mengurangi waktu dan biaya pembangunan yang signifikan, sehingga sangatlah relevan dan tepat untuk implementasi berbagai proyek hunian di kawasan perkotaan yang membutuhkan pembangunan secara singkat dengan biaya yang terjangkau,” kata Akhmad.
“Sistem Modular juga memiliki fleksibilitas yang tinggi, mulai dari desain sampai konstruksinya, sehingga cocok untuk pembangunan berbagai proyek dari rumah tapak sampai high-rise building,” ungkap Akhmad lebih lanjut.
Modular Pracetak Sebagai Konstruksi Yang Berkelanjutan
Akhmad menjelaskan selain kecepatan dan efisiensi proses konstruksi, sistem modular Beton Merah Putih juga sudah mengadopsi teknologi dan bahan ramah lingkungan yang dinilai makin dibutuhkan dalam pembangunan yang masif sekaligus berkelanjutan, sesuai kebijakan pemerintah untuk pelaksanaan proyek nasional.
“Untuk produk Prefabricated Modular Concrete ini, kami juga sudah sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menggunakan semen non-opc untuk mendukung sustainable construction, berkolaborasi dengan induk perusahaan kami Semen Merah Putih,” jelas Akhmad.
Di kesempatan yang sama, Head of Technical Marketing PT Cemindo Gemilang Tbk, Syarif Hidayat menjelaskan bahwa perusahaannya selalu menghadirkan material berkualitas tinggi untuk berbagai penggunaan, yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Komitmennya ini sepenuhnya mengacu ke jaminan kualitas Semen Non-OPC yang lebih ramah lingkungan, yang dimiliki grup usahanya.
“Kami menawarkan berbagai varian produk ramah lingkungan Non-OPC untuk berbagai penggunaan, salah satunya adalah Semen Merah Putih Flexiplus (HE), semen jenis hidrolis dengan High Early Strength yang sesuai untuk produksi modular pracetak untuk pembangunan rumah,” ungkap Syarif.
Discussion about this post