“Jadi memang, untuk bahan-bahan yang digunakan leluhur kami tidak begitu banyak, hanya bermodalkan kapas saja. Diolah sedemikian rupa, hasilnya sebuah kain,” beber Kamusi.
Sebagai pengrajin tenun, Kamusi berharap pelestarian tenun di Buteng bisa terus dijaga dan dilestarikan. Sehingga apa yang menjadi budaya daerah bisa terus dipertahankan.
“Jadi memang kedepan ini rencananya, kita akan membuat festival tenun. Agar kelestariannya bisa selalu terjaga dan diperhatikan,” Kamusi memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post