Sebelumnya pada Selasa 28 November 2023, BKKBN menggelar diseminasi hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) tahun 2023. BKKBN mencatat jumlah entitas keluarga di seluruh Indonesia pada 2023 sebanyak 72.516.889 (KK/kepala keluarga).
Selama semester pertama 2023 ditemukan 13.123.418 keluarga berisiko stunting. Sedangkan pada semester kedua tahun 2023, jumlah keluarga berisiko stunting ini turun 1.774.206, menjadi 11.349.212 keluarga berisiko stunting.
Pada 1 hingga 31 Juli 2023, BKKBN kembali memutakhirkan data keluarga di Indonesia untuk menghasilkan data terbaru yang digunakan sebagai dukungan program pembangunan. Dari pemutakhiran tersebut tercatat 72.516.889 keluarga terdata by name by address yang meliputi data Indikator Demografi, Keluarga Berencana (KB), Pembangunan Keluarga.
Pada 1 September 2023 hingga 31 Oktober 2023, BKKBN melaksanakan verifikasi dan validasi data keluarga berisiko stunting. Jumlah keluarga berisiko stunting tahun 2023 semester pertama sebanyak 13.123.4182 dan semester kedua berjumlah 11.349.212 keluarga.
Pendataan keluarga dan pemutakhirannya memuat data by name by address yang dilengkapi dengan informasi karakteristik sosial ekonomi. Koordinasi BKKBN dengan Kemenko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), telah dilakukan pemeringkatan tingkat kesejahteraan sosial-ekonomi dari desil 1 sampai desil 10). Pemutakhiran PK-23 juga dapat memberikan informasi peta keluarga berisiko stunting.
Penyelengaraan Satu Data Keluarga di BKKBN adalah upaya menuju Satu Data Indonesia yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses, dan dibagi pakaikan, serta dikelola secara seksama, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post