“Keluarga sejahtera dan berkualitas merupakan fondasi dasar bagi keutuhan, kekuatan dan keberlanjutan pembangunan. Profil keluarga Indonesia yang tercermin dari hasil SUPAS 2015 menunjukkan keluarga Indonesia berada dalam kondisi yang rentan,” bebernya.
Olehnya itu, Rahmatin berharap kampung KB dapat memberikan kontribusi dalam penanggulangan stunting, penurunan angka kematian ibu hamil/melahirkan dan kematian bayi.
“Kemudian, dapat menurunkan angka unmet need, meningkatkan kesertaan KB, serta menurunkan angka kemiskinan ekstrem di seluruh pelosok negeri,” paparnya.
Sementara itu, menurut Ketua Tim Kerja Bidang Dalduk, Mustakim, diperlukan konsolidasi antara pengelola program bangga kencana khususnya sistem peringatan dini pengendalian penduduk pusat, Perwakilan BKKBN, pemerintah daerah agar dapat bersinergi dalam meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan dalam bidang pengendalian penduduk.
“Sehingga dapat menghasilkan output persentase pemerintah daerah dalam melaksanakan sistem peringatan dini pengendalian penduduk,” ujarnya.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post