“Di dalamnya ada kegiatan senam ibu hamil, supaya ibu hamil masih tetap bahagia, sehingga itu menjadi filosofi rumah pesta yang ditempat itu selalu bahagia dan ramai,” ujar Safihuddin.
Terdapat banyak Program Kampung KB Mola utara diantaranya terdapat Program sampan kencana emas, yaitu pelayanan KB menggunakan sampan, dapur sehat atasi stunting (Dashat), dan Kebun Ikan Atasi Stunting (Kebi).
“Kami berharap masyarakat Bajo tidak akan pulang tanpa membawa ikan, dan tidak akan menyerah tanpa menjadi juara,” ujar Safihuddin.
Di tempat yang sama, Ketua tim Penilai Kampung KB, Dr. Mustakim menyampaikan proses penilaian ini merupakan tahun kedua. Tahun lalu yang menjadi juara 1 adalah Kabupaten Konawe.
“Untuk tahun ini Wakatobi sudah ikut menjadi peserta lomba. Kita semua berharap Wakatobi bisa menjadi juara terbaik,” ujarnya.
Verifikasi lapangan ini memang bertujuan untuk mencari juara. Mekanisme penilaiannya dilakukan dengan dua cara. Yakni, memantau secara langsung melalui aplikasi pelaporan Kampung KB atau online dan juga verifikasi langsung di lapangan.
Nantinya, yang menjadi juara pertama akan menjadi perwakilan Sultra di ajang Harganas yang dipusatkan di Sumatra Selatan.
Di sisi lain, Provinsi Sulawesi Utara juga telah melakukan penilaian seluruh Kampung KB yang ada di wilayah tersebut. Ada empat dari 15 kabupaten/kota yang lolos penyaringan, yakni Kampung KB di Kabupaten Minahasa Selatan, Kampung KB di Kabupaten Minahasa Utara, Kampung KB di Kota Kotamobagu, dan Kampung KB di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Dari penilaian Kampung KB yang lolos penyaringan itu dinilai dua Kampung BK terbaik yakni terbaik pertama, Kampung KB Kalooranta di Desa Wiau Lap, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa dengan Nilai 89,58. Kampung KB ini dinilai terbaik dengan keunggulan komitmen pemangku kepentingan sangat baik.
Sementara terbaik II diraih Kampung KB di Desa Watudambo, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara dengan nilai 64,33. Keunggulannya adalah komitmen pemangku kepentingan sangat baik.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post