PENASULTRA.ID, KENDARI – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca dan iklim di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) periode dasarian III bulan Juli 2024.
Dalam keterangan resminya tertanggal 20 Juli 2024, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV-Makassar, Irwan Slamet menyebutkan bahwa terdapat lima zona musim di Sultra pada dasarian II Juli 2024 telah memasuki periode musim kemarau.
Beberapa daerah perlu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti kekeringan, banjir, banjir bandang, dan longsor.
“Peringatan dini curah hujan tinggi dasarian III Juli 2024 (tanggal 21-31) dengan kategori waspada (150-200
mm/dasarian) akan terjadi di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) dan Konawe,” ungkap Irwan.
Adapun tinjauan parameter iklim secara umum/global/regional, saat ini indeks ENSO berada pada kondisi netral (+0.24), dan diprediksi kondisi netral berpotensi menuju La Nina mulai periode Juli-Agustus-September (JAS) 2024.
Sedangkan kondisi IOD berada pada status netral, diprediksi IOD netral akan berlangsung pada periode Juli hingga Desember 2024. Monsun Australia diprediksi terus aktif hingga dasarian III Juli 2024 dengan intensitas sama dengan klimatologisnya.
Dalam keterangannya juga BMKG mengungkapkan bahwa hingga dasarian II Juli 2024, seluruh wilayah Sultra yang terdiri dari 19 zona musim (17 kabupaten/kota) telah memasuki musim hujan. Sementara 5 zona musim (17 kabupaten/kota) lainnya telah memasuki musim kemarau.
“Sehubungan dengan hal tersebut, kiranya informasi ini bisa dijadikan
kewaspadaan dan pertimbangan untuk melakukan langkah mitigasi dampak ikutan kondisi tersebut. Apabila memerlukan informasi lebih rinci terkait dengan informasi iklim, prakiraan cuaca dan peringatan dini, Bapak/Ibu dapat menghubungi Kantor Unit Pelaksana Teknis BMKG terdekat,” kata Irwan diakhir keterangannya.
Discussion about this post