Selain itu, investasi juga ditempatkan di deposito sebesar 14,25 persen, saham 8,46 persen, dan reksadana sekitar 5,01 persen. Properti dan penyertaan masing-masing mendapatkan porsi sebesar 0,28 persen dan 0,08 persen.
“Dengan strategi investasi yang beragam ini, BP Jamsostek berharap dapat memberikan manfaat optimal kepada para pesertanya dan mencapai target investasi tahunannya,” beber Oni.
Terpisah, Kepala Kantor BPJamsostek Kendari, Muhamad Abdurrohman Sholih mengatakan, kepatuhan badan usaha dalam keikutsertaan program jaminan sosial ini berimbas kepada nilai investasi.
Sehingga BPJamsostek dapat terus memberikan perlindungan secara maksimal dan menyeluruh kepada para pekerja di Indonesia.
“Seluruh peserta wajib mengetahui apakah dirinya sudah terdaftar dan terlindungi program BPJamsostek serta para pelaku usaha memastikan para karyawannya dapat perlindungan program jaminan sosial,” kata Abdurrohman, Rabu 26 Juni 2024.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post