“Kita juga punya tepung terigu, tapi terigu di KCP Raha ini secara refontif berdasarkan permintaan dari masyarakat itu masih kecil, jadi kami tidak stok banyak takutnya rusak, jadi kami stok sementara itu 2 ton saja dulu, tapi jika permintaan besar, stok di Kendari untuk gula kami stay,” kata Ritno.
Selain komoditas beras, gula pasir dan tepung terigu, Bulog Raha juga menguasai minyak goreng. Untuk stok minyak goreng yang tersedia di Bulog Raha sebanyak 6000 liter dalam kemasan 1 liter.
“Minyak goreng kita ini ada fungsi stabilisasi harga didalamnya, jadi minyak goreng kita jual persatu liternya di konsumen akhir terbentuk harga paling tinggi Rp14 ribu perliter. Jadi sementara itu komoditi yang kami siapkan di KCP Bulog Raha,” Ritno memungkas.
Penulis: Sudirman Behima
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post