Ia menambahkan pelatihan tematik dikhususkan kelompok tani yang mendapat anggaran Rp 55 juta perkelompok.
“Kami harapkan pada kelompok tani P2L dalam pelatihan ini betul-betul bermanfaat bagi kelompok tani serta memberikan petunjuk dalam pengolahan dan bisa berhasil memberikan manfaat kepada keluarga,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Ahmad Sukamto menyebut delapan kelompok penerimaan bantuan itu berasal dari lima kecamatan yang dikategorikan layak, berdasarkan hasil verifikasi berkas administrasi, ketersediaan lahan, SK tani yang dikeluarkan oleh masing-masing desa yang selanjutnya telah terdaftar di simultan TPP Dinas Pertanian.
Berikut delapan kelompok tani yang mengikuti pelatihan dan menerima bantuan langsung adalah:
1. Kelompok Tani Kapumoleba dari Desa Walalindu, Kecamatan Asera.
2. Kelompok Tani Meronga-ronga dari Desa Otipulu, Kecamatan Wawolesea.
3. Kelompok Tani Konasara dari Desa Andumowu, Kecamatan Lasolo.
4. Kelompok Tani Mepokoaso dari Desa Longeo Utama, Kecamatan Asera.
5. Kelompok Tani Samaturu Desa Otole, Kecamatan Lasolo.
6. Kelompok Tani Kartini Mandiri Desa Watuwula, Kecamatan Lembo.
7. Kelompok Tani Putri Konasara Desa Lamparinga, Kecamatan Wiwirano.
8. Kelompok Tani Mawar Kelurahan Tinobu, Kecamatan Lasolo.
Penulis: Iwan Charisman
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post