PENASULTRA.ID, KOLAKA UTARA – Desa Kalu Kaluku menjadi nominator Kampung Keluarga Berkualitas (KB) mewakili Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) pada penilaian Kampung KB tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) tahun 2024.
Hal itu diketahui menyusul datangnya tim Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sultra untuk melakukan penilaian dan verifikasi lapangan Kampung KB, Senin 1 April 2024.
Asisten III Pemkab Kolaka Utara, Rahman didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kolut, Hj. Hasrayani dan Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Asmar menghadiri penilaian lomba Kampung KB yang digelar di Desa Kalu Kaluku, Kecamatan Kodeoha, Kolut.
Rahman mengungkapkan rasa syukurnya atas masukannya Desa Kalu Kaluku ini menjadi nominator Kampung KB mewakili Kabupaten Kolaka Utara.
Menurutnya, pencapaian kali ini menunjukkan kerja yang baik sehingga memacu Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara untuk menjadi lebih baik dan berkualitas sesuai standar yang telah ditetapkan oleh BKKBN dalam ketentuan Kampung KB.
“Selama ini kerja-kerja kita mungkin tidak terpikirkan akan mendapatkan penilaian. Ini bagus artinya kita bekerja karena kita ingin baik,” ujarnya.
Rahman menyatakan, standar yang telah ditetapkan oleh BKKBN dalam ketentuan Kampung KB tentu menjadi standar operasional bagi Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara untuk semakin lebih baik.
“Kalau baik berarti keluarga-keluarga yang di dalamnya pun berkualitas. Dengan menjadikan kampung kita berkualitas, Insya Allah akan menjadi alat buat kita dalam menurunkan stunting. Apalagi stunting kita masih sekitar 29,1%,” katanya.
Rahman menyebut, kalau pemerintah ingin menjadikan Kolaka Utara zona hijau dari stunting, maka bukan cuma satu desa/kelurahan yang dipacu untuk dijadikan sebagai Kampung KB. Olehnya, ia berusaha seluruh desa/kelurahan yang di Kolaka Utara juga berkualitas sesuai standar penilaian yang dilakukan oleh BKKBN.
Hal tersebut, kata dia harus dijadikan motivasi bagi semua desa/kelurahan khususnya Desa Kalu Kaluku yang ada di wilayah Kecamatan Kodeoha.
“Jadikan ini tanda bagaimana kita membentuk kelurahan yang berkualitas. Karena memang kualitas itu dimulai dari keluarga. Kalau keluarga berkualitas, maka berarti kita menyiapkan sumber daya yang berkualitas,” ungkapnya.
Apapun hasil penilaiannya nanti, Rahman berharap dapat dijadikan sebagai pemicu dan penyemangat buat Pemerintah Kolaka Utara untuk memperbaiki kerja-kerja sehingga menjadi lebih baik kedepannya.
Discussion about this post