Menurutnya, jatah tersebut tidaklah mencukupi kebutuhan melaut. Sebab sekali melaut, satu nelayan bisa menghabiskan kurang lebih 15 liter solar untuk bahan bakar mesin katinting, maka selama tiga hari melaut, seorang nelayan membutuhkan minimal 45 liter solar.
“Sudah pasti tidak cukup, kita minta lebih, katanya sudah habis, padahal 8 ton solar subsidi sekali pengisian di SPBUN itu. Itu banyak, dikasi masing-masing jatah 4 ton, sementara nelayan di Desa Pajala bisa dihitung, ya kisaran 30 orang, ditambah dengan puluhan lagi di Pulo Bangko, ya masih banyak lah sisanya,” ujarnya.
“Indikasinya jual diluar dengan harga lebih tinggi, itu indikasinya. Kadang kalau waktunya ada proyek, itu solar dijual di proyek. Jadi kita nelayan, saat butuhkan lagi sudah tidak ada, jadi sistemnya siapa yang cepat, itu yang dapat,” ia memungkas.
Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi dengan LD selaku pemilik SPBUN di Desa Pajala terus dilakukan.
Penulis: Sudirman Behima
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
https://youtu.be/BXaiQPXT5E8
Discussion about this post