“Ini akan lebih berbahaya jika warga yang ada di Mubar melakukan kunjungan wisata ke daerah tetangga seperti Muna ataupun Buton Tengah. Apalagi tidak mengetahui kondisi daerah-daerah yang dikunjungi warga, apakah zona hijau atau merah,” terang Agung.
Sementara itu, Kadispar Mubar, Ali Kadirun enggan menanggapi pernyataan yang dilontarkan Agung Darma.
Sebab, ia menilai Agung sangat paham alasan penutupan sementara obyek wisata ditengah pandemi Covid-19. Apalagi, Agung adalah seorang alumni sekolah ilmu kesehatan.
“Sebenarnya tidak perlu saya komentari. Kalau saja yang membuat pernyataan itu tidak paham tentang ilmu kesehatan, mungkin saya akan komen,” tegas Ali Kadirun saat dihubungi via WhatsApp baru-baru ini.
Penulis: Sudirman Behima
Editor: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post