Oleh karena itu, kata Tamrin, dengan adanya kejadian tersebut, justru menjadi bahan evaluasi agar bisa dicarikan solusi, sehingga kedepan bisa lebih berhasil.
Semeru Erupsi, Musibah dan Muhasabah https://t.co/7eXQLJjgNC
— Penasultra.id (@penasultra_id) December 19, 2021
“Yang kita harapkan dari tahap uji coba ini adalah banyak masukan, agar menjadi rekomendasi kedepan. Kejadian rusaknya bawang akibat diserang cendawan menjadi langkah awal untuk bisa kita antisipasi ke depan,” ujarnya.
Sebagai salah satu daerah pengembangan bawang merah nasional yang ditetapkan Pemerintah Pusat, Tamrin optimis, tahun 2022 akan berhasil mengembangkan komoditas bawang merah.
Untuk lebih mengoptimalkan hal tersebut, Distan Wakatobi akan bekerjasama dengan BPTP Sultra sehingga petani mendapat pembinaan cara bertani bawang merah yang sukses.
Penulis: Deni La Ode Bono
Editor: Irwan
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post