Sementara itu, Direktur PT Riota Jaya Lestari, Haji Amir mengaku mendukung rencana pembentukan tim terpadu guna mencari fakta terkait dugaan pengerusakan makam leluhur tersebut.
“Ini kita negara hukum, siapapun yang melanggar hukum, pasti akan diproses. Kita serahkan saja semuanya kepada yang berkompeten,” tegas Haji Amir.
Nelayan Bombana Tolak Rencana Jhonlin Group Kelola Pulau Basa https://t.co/BEcW4ALmUS
— Penasultra.id (@penasultra_id) August 12, 2021
Ia mengatakan, pihaknya siap menerima keputusan ataupun hasil temuan dari tim terpadu yang akan dibentuk serta memastikan akan terus membuka keran komunikasi dengan berbagai pihak terkait masalah ini, termasuk dengan keluarga atau ahli waris dari makam leluhur.
“Kami siap menerima apapun keputusan yang dibentuk oleh tim. Lokasi yang diklaim sebagai makam akan sesegera mungkin saya rapikan. Ini urusan saya. Bisa nanti dicek,” tambah Haji Amir.
“Insya Allah, kita akan respon apa tuntutan dari teman-teman. Karena kalau dari awal kami tahu, pasti tidak akan kami gusur. Kita sama-sama punya leluhur. Kami berterima kasih banyak karena mereka (ahli waris) telah datang secara baik-baik. Kami buka ruang komunikasi seluas-luasnya,” tutup Haji Amir.
Sebelumnya, Ratusan orang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas Tolaki Bersaudara (Formasi) Sultra mengadakan aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Sultra, Kamis 5 Agustus 2021.
Aksi ini untuk menuntut penegakan hukum terkait dugaan pengerusakan makam leluhur suku Tolaki di Kabupaten Kolut oleh sebuah perusahaan tambang nikel, PT Riota Jaya Lestari.
Penulis: Yeni Marinda
Discussion about this post