“Kami merasa, ibu wali kota sangat dekat dengan pemimpin-pemimpin agama, termasuk pemimpin gereja,” tukasnya.
Lebih lanjut dikatakan Pdt Deddy, latar belakang dr Susanti yang merupakan dokter spesialis anak menjadi modal baginya dalam memimpin Kota Pematang Siantar. Terutama, telah terbiasa tidak membeda-bedakan pasien yang datang untuk berobat.
“Seorang dokter, pastinya telah biasa menangani dan melayani pasien dari berbagai kalangan. Nah, setelah menjadi wali kota, sikap seperti itu tentunya tetap terbawa. Bergaul dan berhubungan dengan siapa saja, tanpa membeda-bedakan,” jelasnya lagi.
Pdt Deddy berharap, Tuhan tetap melindungi dr Susanti dan memberinya kesehatan. Sehingga dapat memimpin Kota Pematang Siantar dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk untuk terus merajut toleransi.
Apresiasi kepada dr Susanti juga disampaikan Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Pematang Siantar-Simalungun, Susanto atau Aleng. Susanto mengakui dr Susanti sangat baik dalam merajut toleransi di Kota Pematang Siantar.
“Di masa kepemimpinan Ibu dr Susanti, perhatian Pemerintah Kota Pematang Siantar, khususnya ibu wali kota sangat baik. Beliau sering berkoordinasi dan berkomunikasi dengan kita, tokoh dari lintas agama, bagaimana kita membuat toleransi di Kota Pematang Siantar yang sudah bagus menjadi lebih bagus,” sebut Susanto.
Susanto yang didampingi Chandra selaku Sekretaris Walubi Pematang Siantar-Simalungun menambahkan, dalam berbagai kegiatan keagamaan, dr Susanti senantiasa menyempatkan diri untuk hadir di sela-sela kesibukan serta jadwalnya yang padat.
“Ibu wali kota sangat welcome dan memberi perhatian penuh terhadap lintas agama di Kota Pematang Siantar. Tidak hanya Buddha, agama lain juga. Bahkan ibu wali kota mendorong kita untuk menggelar berbagai kegiatan keagamaan, dan beliau akan berusaha untuk hadir,” kata Susanto.
Baik Susanto maupun Chandra berharap ke depannya, Kota Pematang Siantar di bawah kepemimpinan dr Susanti bisa kembali meraih peringkat pertama kota paling toleran di Indonesia.
“Kita beharap ibu wali kota tetap komitmen menjaga Pematang Siantar lebih baik dalam toleransi inter dan antar umat beragama. Semoga teman-teman yang lain juga mendukung. Mari bekerja sama membangun toleransi di Kota Pematang Siantar ini,” ajak Susanto, yang kemudian menerangkan Walubi merupakan wadah kebersamaan organisasi umat Buddha Indonesia yang terdiri dari Majelis-majelis Agama Buddha, Lembaga Keagamaan Buddha, Dewan Sangha, Badan Kehormatan, dan Wadah Kemasyarakatan yang bernapaskan Agama Buddha.(***)
Penulis adalah Ketua SMSI Kota Pematang Siantar
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post