Kini 13 tahun kemudian, Drive kembali merilis ulang lagu ini dengan aransemen yang berbeda dan dengan vokal Axl Ramanda yang luar biasa, membuat lagu ini terdengar lebih bertenaga dari versi sebelumnya.
“The right moment with the right vocalist… merilis ulang karya yang sudah ada buat saya pribadi kurang seru, karena kreatifitasnya terbatas. Tapi orang banyak yang nungguin, karena trend dan banyak artis yang melakukannya juga. Jadi waktu Axl Ramanda akhirnya masuk, ini saat yang paling tepat. Karena hasilnya akan jadi keren dan unik,” terang Bhusdeq.
“Notasi lagu dan lirik tidak berubah, sesuai yang direkam saat 2010. Aransemen tentunya berubah, dan merupakan satu dari beberapa pilihan aransemen yang biasa dipakai DRIVE saat manggung,” tambah Bhusdeq.
“Tiap vokalis yang sudah ‘lulus’ dari Drive selalu membuat warna baru, walau tidak semuanya mencolok. Masalahnya di dalam produksi musik, faktornya bukan hanya warna suara, tapi juga hal-hal non-musikal seperti misalnya: keakraban dalam berteman, mood si vokalis saat sesi rekaman, sampai keadaan keluarganya saat itu,” tuturnya.
“Anda akan bisa mendengarkan di lagu ‘Akulah Dia (New Version)’, Axl berada di momen yang paling pas untuk berbagai faktor musikal dan non-musikal. Dia bahkan baru saja menjadi seorang bapak, karena kelahiran anak pertamanya hanya berselang 2 hari sebelum rekaman vokal. ‘Kegembiraan’ yang terdengar adalah orisinil dan semangat ngeband-nya juga terasa banget. Itu semua membuat lagu ini menjadi unik, bahkan dibandingkan versi lamanya,” tambah Bhusdeq lagi.
Proses rekaman lagu “Akulah Dia” dikerjakan bersamaan dengan persiapan album ke-7 Drive. Rencananya setelah ini, Drive pun akan merilis ulang lagu “Melepasmu” dengan aransemen baru. Dan kedua lagu ini pun akan turut hadir diantara 7 lagu di album baru tersebut.
Drive berharap formasi terbaru ini bisa mendapat sambutan yang baik dari penikmat musik Indonesia, layaknya karya-karya Drive sebelumnya. Terlepas banyaknya fase yang dilalui Drive, mereka tetap pada komitmen untuk terus berkarya di industri musik Indonesia.
“Ini mungkin adalah formasi Drive yang kesekian kali. Kita juga tidak pernah berharap ada pergantian berkali-kali, namun memang jalannya Drive harus seperti ini. Semoga yang sekarang ini menjadi formasi terbaik dan langgeng,” ucap Rudy.
“Publik melihatnya mungkin seakan Drive adalah band yang doyan ganti-ganti vokalis. Sedangkan dari persepsi Drive sendiri, terutama saya dan Dygo sebagai founder, kami ini musisi yang proses kreatifnya enggak pernah berhenti walau dihadang berbagai masalah. Untuk itu, Drive akan terus mengeluarkan karya terbaik untuk penikmat musik Indonesia,” tutup Bhusdeq.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post