“Sejak itu, Pematang Siantar terkenal sebagai gudangnya sepeda motor BSA, dan menjadi legenda,” tukasnya.
Hanya saja, dalam perjalanan selanjutnya, ternyata bermunculan kolektor berburu BSA ke Pematang Siantar, bahkan dari luar negeri, dan negara asalnya, Birmingham, Inggris. Alhasil, transaksi atau jual-beli BSA berlangsung fantastis. Sehingga hanya dalam rentang waktu 10 tahun sejak 1990, jumlah BSA di Siantar berkurang.
“Di tahun 2000-an sudah di angka 600-an unit. Bahkan kini paling ada sekitar 110 unit,” tandas Erizal.
Memang, diakui Erizal, untuk merawat BSA sebagai motor tua, memang tidak mudah. Perlu keahlian khusus merawatnya. Apalagi suku cadangnya sudah tidak diproduksi lagi. Ditambah, pabriknya juga sudah tutup.
Dengan demikian, suku cadang harus dibuat di bengkel las-bubut ataupun memodifikasi suku cadang motor atau mobil yang bisa dipakai sebagai substitusi.
Erizal sendiri, sebagai bentuk kecintaannya kepada BSA dan becak BSA mendirikan organisasi BSA Owner Motorcycle Siantar (BOM’S). Menurutnya, BOM’S yang terbentuk pada 25 Juli 2006, merupakan suatu wadah sebagai tempat berkumpulnya para pengguna, pemilik, dan pencinta motor BSA.
Organisasi ini dibagi menjadi dua divisi yaitu, divisi biker/pencinta (roda dua) mempunyai misi sosial. Sedangkan pada divisi becak (roda tiga) mempunyai tujuan untuk mempertahankan cagar budaya becak BSA yang sekaligus merupakan simbol budaya Pematang Siantar yang masyarakatnya heterogen.
Di divisi becak, BOM’S berperan aktif dalam memajukan anggota- anggotanya, yang semuanya merupakan para penarik becak BSA di Kota Pematang Siantar.
Erizal mengatakan, kehadiran BOM’S di tengah masyarakat Pematang Siantar bukan hanya sebagai sarana ajang berkumpulnya para pemilik BSA. Namun juga untuk melestarikan sepeda motor BSA yang hampir punah.
Menurut Erizal, BOM’S-lah yang memperjuangkan berdirinya Tugu Becak BSA sebagai salah satu ikon Kota Pematang Siantar.
“Sudah ada Tugu Becak BSA di tengah Kota Pematang Siantar, tidak jauh dari kantor wali kota. Itu diresmikan tahun 2016 oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Tengku Erry Nuradi. Saat itu, kita bikin acara dan kegiatan besar di Lapangan H Adam Malik,” terang Erizal, yang kini juga menjabat Ketua Dekranasda dan Ketua TP PKK Kota Pematang Siantar.(***)
Penulis adalah Ketua SMSI Kota Pematang Siantar
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post