Kehadiran perusahaan, kata dia, diharapkan mampu mendukung pengembangan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kehadiran petani Jamur Tiram ini menjadi inovasi baru dalam memanfaatkan peluang pasar di wilayah Tapanuli Tengah hingga Sibolga, sehingga dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa melalui pemberdayaan dan menjawab peningkatan layanan dasar masyarakat desa,” kata Putiarsa.
Kolaborasi antara Elnusa Petrofin dan Kelompok Usaha Yasmin merupakan komitmen perusahaan untuk mewujudkan SDGs No.8 dengan memberikan kontribusi dalam mencapai beberapa target, termasuk pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi inklusif, dan pembangunan yang berkelanjutan.
Melalui penerapan inovasi teknologi dalam budidaya Jamur Tiram, diharapkan usaha ini dapat memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat, mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, dan mengurangi ketimpangan sosial.
“Kami berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal. Kedepannya akan dikembangkan inovasi melalui treatment di ruang media tanam Jamur Tiram untuk menurunkan suhu agar mencapai kelembapan yang ideal. Hal ini guna mempercepat umur panen Jamur Tiram yang berdampak pada peningkatan omset usah tersebut,” pungkas Putiarsa.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post