Menurut dia, mengikuti uji kompetensi adalah tantangan. Pasalnya, dari 31 peserta yang mendaftar hanya 26 yang bisa ikut, itupun ada dua peserta yang sudah ikut di hari pertama namun tidak ikut di hari kedua karena terlambat.
“Setiap orang pasti rasa bangga karena sudah melewati ujian ini. Jadi ada tolak ukur terhadap teman-teman yang mengikuti itu. Kita bangga ya kita bangga, tapi ini menjadi tantangan tersendiri. Bisa ndak kita buktikan dengan pendidikan kompeten ini harus ada pembeda yang sudah lolos sertifikasi dengan tidak,” beber Plt Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sultra itu.
Di kesempatan ini, Sarjono tak lupa memberikan apresiasi yang tinggi atas keseriusan para peserta yang telah datang dari daerah harus melewati laut, jalan rusak meninggalkan keluarga untuk mengikuti uji kompetensi.
Sarjono juga menyampaikan rasa terima kasih kepada PWI Pusat yang sudah memberikan kuota untuk penyelenggaraan uji kompetensi gratis di Provinsi Sulawesi Tenggara.
“PWI Sulawesi Tenggara selalu siap jika diberikan program lainnya untuk peningkatan kapasitas para anggota PWI,” pungkas Sarjono.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post