Sementara prinsip pantau adalah investor pemula wajib mengecek rekening investasi secara berkala atau ke AKSES, memantau berita dan perkembangan dan kinerja perusahaan yang berkaitan dengan produk investasi dan memantau indikator pergerakan harga supaya bisa memanfaatkan momentum tepat untuk jual atau beli.
“Mengenali berbagai alat bantu dalam memitigasi risiko, paham bahwa investasi itu nggak instant, orientasinya jangka panjang dan perlu effort yang perlu dilakukan secara berkala dan rutin dan ingat kalau pasar modal itu dinamis,” kata Pinto.
Senada, Investment Specialist Sucor Asset Management, Toufan Yamin mengatakan, kesalahan dalam investasi itu sebenarnya simple tapi dampaknya besar, seperti halnya FoMO.
Saat ini FoMo tidak hanya ada pada kehidupan sosial, kepemilikan dan karier, tetapi juga ada dalam investasi.
“Banyak orang melihat pasar modal sebagai tiket atau cara paling cepat untuk kaya, sehingga ikut-ikutan kawanan (tren) secara tidak rasional dan hanya karena ingin melakukan yang lebih baik dari teman-teman lain,” kata Toufan.
Olehnya, pada investor pemula, sarannya, wajib cerdas dengan membangun strategi investasi yang cocok dan patuhi hal itu, melakukan pendekatan fundamental dalam berinvestasi dan melakukan melakukan riset yang memadai serta tahu kapan harus exit.
“Kenapa banyak orang yang investasi di saham atau reksa dana tidak untung-untung, karena ketika naik baru beli, ketika turun malah jual atau cut loss. Ketika orang pada koar-koar beli, seseorang hanya ikut-ikutan beli tanpa tahu kinerja historisnya. Investor wajib rasional,” Toufan menegaskan.
Produk reksa dana milik Sucor Asset Management, katanya, secara data dan histori memiliki kinerja yang baik mulai dari Reksa Dana Sucorinvest Equity Fund, Reksa Dana Sucorinvest Stable Fund dan Reksa Dana Sucorinvest Sharia Money Market Fund.
Produk-produk reksa dana berkinerja positif dari Sucor Asset Management yang aman dan cocok untuk pemula tersebut kini mudah dibeli, salah satunya melalui platform IPOTFund milik PT Indo Premier Sekuritas yang sudah terintegrasi dalam aplikasi IPOT.
Komika Yudha Keling yang selama ini mengaku banyak kena FoMO dan pompom pun kini menjadi sadar dan lebih rasional dalam investasi, sehingga investasinya tidak lagi memilih produk-produk yang terlalu berisiko. Ia lebih memilih produk yang aman, tapi tumbuh.
“Walaupun lambat, tapi tetap tumbuh. Risikonya didahuluin, bukan pertumbuhannya. Dulu yang dicari pertumbuhannya,” Yudha memungkas.
Penulis: Yeni Marinda
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post