“Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini ketergantungan Indonesia terhadap energi hasil fosil masih sangat tinggi kurang lebih 80 persentasenya. Kita juga ketahui bahwa energi fosil merupakan energi unrenewable yang menyumbang emisi gas karbon sangat besar,” paparnya.
Ketua Lembaga ESDA tersebut juga menyampaikan sudah semestinya pemerintah memberikan fokus perhatian terhadap ketahanan energi dan pengelolaan energi yang berkelanjutan.
“Sudah saatnya pemerintah memberikan fokus pada ketahanan energi yang berbasis pada energi yang berkelanjutan. Ada beberapa potensi alternatif energi baru dan terbarukan yang perlu dieksplor lebih masif lagi oleh pemerintah, seperti energi surya, energi air, bio energi, panas bumi dan lainnya yang sifatnya renewable,” tambah Kili lagi.
Oleh karena itu, kata Kili, pemerintah mesti memberikan subsidi untuk penggunaan dan pengelolaan EBT (energi baru terbarukan).
“Subsidi terhadap pengelolaan dan penggunaan energi baru terbarukan perlu didorong oleh pemerintah, sembari mendorong pengurangan penggunaan energi fosil yang terbatas dan tidak ramah lingkungan untuk mencapai visi Indonesia Net Zero Emission (NZE) 2060,” pungkasnya.
Editor: Ridho Achmed
Jangan lewatkan video populer:
Discussion about this post