Ali Mazi juga menilai bahwa keberadaan KKSS Sultra sebagai mitra strategis pemerintah daerah (Pemda), setidaknya memiliki tiga peran penting dalam mewujudkan kemajuan daerah.
Pertama, KKSS Sultra diharapkan dapat berperan sebagai wadah perekat persaudaraan dan persatuan, baik antara sebagai sesama etnis asal Sulsel, maupun etnis lokal, yakni Buton, Tolaki, Mekongga, Muna, dan Moronene serta etnis lainnya dari berbagai wilayah di Nusantara, dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Kedua, KKSS Sultra sebagai lembaga kerukunan/paguyuban, dapat menjadi benteng pertahanan kita dari serbuan budaya-budaya global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai moral dan agama dipegang serta dianut masyarakat Sultra.
Ketiga, KKSS Sultra sejatinya tidak hanya dimaknai sebagai wadah silaturrahmi semata, tetapi dapat pula menjadi rumah besar dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, tidak hanya bagi Diaspora Sulsel, tetapi juga seluruh entitas yang ada di Sultra.
“Saya menaruh harapan yang besar kepada jajaran pengurus BPW KKSS Provinsi Sultra, untuk bersama pemerintah daerah dalam mengawal tiga peran penting sebagaimana yang saya sampaikan di atas,” harap Ali Mazi.
Pada kesempatan itu, Ketua Umum KKSS Sultra juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Rektor Universitas Halu Oleo Profesor Muhammad Zamrun Firihu tentang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Pada Masyarakat, dan Pengembangan Sumberdaya Manusia.
Selain MoU tersebut, KKSS Sultra juga menyepakati kerjasama dengan Bulog Sultra tentang Pengadaan dan Penyaluran Komoditi Sembako, serta Mou dengan sebuah perusahaan swasta (PT. Marina Putra Sulawesi) tentang Penyediaan dan Penyaluran Pupuk Bagi Petani dan Nelayan Tambak Binaan BPW KKSS Sultra.
Editor: Basisa
Jangan lewatkan video populer:
https://youtu.be/BXaiQPXT5E8
Discussion about this post